Update Virus Corona Sulut

Bea Cukai Sebut Pakaian Cabo Berpotensi Sebar Covid-19, Imbau Jangan Dibeli

Pakaian impor bekas pakai yang beredar di Sulawesi Utara, sering disebut cakar bongkar (cabo) berpotensi menyebarkan virus Corona atau Covid-19.

Tribun manado / Ryo Noor
Cerah Bangun, Kepala Kanwil Bea Cukai Sulbagtara 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pakaian impor bekas pakai yang beredar di Sulawesi Utara, sering disebut cakar bongkar (cabo) berpotensi menyebarkan virus Corona atau Covid-19.

Dari pantauan Kanwil Bea Cukai Sulbagtara, Cabo cukup digemari di Sulut dan banyak dijualbelikan di sejumlah pasar tradisional.

Cerah Bangun, Kepala Kanwil Bea Cukai Sulbagtara berpotensi membahayakan kesehatan, apalagi cabo yang beredar di wilayah Indonesia, termasuk di Provinsi Sulawesi Utara. merupakan pakaian bekas pakai yang diimpor secara illegal dari negara-negara seperti China, Korea, dan Malaysia

"Di mana saat ini negara-negara itu juga tengah dilanda wabah Covid-19," katanya.

Kanwil Bea Cukai pun mengimbau masyarakat untuk berhenti membeli cabo karena berpotensi menyebarkan Coronavirus Disease 2019 ( Covid 19)

Wali Kota Max Lomban Bakal Geser Anggaran Hingga Rp 19 Miliar untuk Penanganan Covid-19

Impor cabo dilarang oleh pemerintah. Larangan impor barang bekas telah diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 51/M-DAG/PER/7/2015.

Impor pakaian bekas tidak hanya mengancam industri garmen dalam negeri, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat, terutama dalam situasi global yang sedang dilanda wabah Covid-19.

Kanwil Bea Cukai masih sebatas memberikan imbauan, diharapkan permintaan cabo bisa menurun. (ryo)

Bupati Minsel Ikut Rapat Telekonferensi Bersama Gubernur Sulut, Tetty: Sinergitas Melawan Corona

Penulis: Ryo_Noor
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved