Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Efek Samping Desinfektan

Bahaya Desinfektan yang Tak Banyak Orang Tahu, Ternyata Bisa Sebabkan Kanker Kulit

Badan Kesehatan Dunia atau WO mengungkap fakta mengejutkan tentang cairan disinfektan ini.

Editor:
Tangkap layar video Dokumentasi Kementerian Kesehatan.
Penyemprotan desinfektan dilakukan pada barang-barang yang digunakan para WNI mulai dari alat makan hingga tenda tempat para WNI beristirahat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Adanya virus corona membuat masyarakat di indonesia menggunakan disinfektan sebagai bahan untuk membasmi virus dan kuman.

Saat ini sudah banyak beredar di internet cara-cara membuat disinfektan sendiri dengan menggunakan pemutih pakaian dan pembersih lantai.

Memang hal ini menjadi solusi tergampang mengingat menipisnya stok disinfektan di pasaran, bahkan sulit ditemukan.

Dikutip dari Wikipedia, disinfektan merupakan bahan kimia yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran oleh jasad renik atau obat untuk membasmi kuman penyakit.

Maraknya penggunaan disinfektan, salah satunya untuk mencegah penyebaran virus corona.

Namun, Badan Kesehatan Dunia atau WO mengungkap fakta mengejutkan tentang cairan disinfektan ini.

Berikut ulasannya dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'WHO Ingatkan Risiko Semprot Disinfektan pada Manusia: Mudah Terbakar hingga Keracunan'.

1. Hanya untuk benda

WHO menyebutkan bahwa penyemprotan disinfektan pada manusia bukan hal yang disarankan.

Penyemprotan disinfektan hanya untuk benda-benda saja.

Melalui laman Instagram @who, disebutkan bahwa penyemprotan disinfektan ke seluruh tubuh seseorang tidak bisa membunuh virus yang terlanjur masuk ke dalam tubuh.

Sebaliknya, penyemprotan tersebut justru bisa merusak pakaian yang dikenakan, bahkan melukai tubuh orang yang menerima tindakan tersebut.

"Menyemprotkan zat-zat semacam itu dapat merusak pakaian atau selaput lendir (seperti mata, mulut)," tulis WHO dalam informasi tersebut.

Penggunaan alkohol dan klorin dalam disinfektan bisa digunakan untuk mensterilkan permukaan suatu benda.

Namun, harus di bawah rekomendasi yang tepat.

Informasi sserupa juga diunggah oleh perwakilan WHO di Indonesia dr. Paranietharan melalui akun Twitter @NParaniethran.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved