Update Corona Indonesia

Selain Peran Pemerintah, Solidaritas Warga Dinilai Sangat Dibutuhkan Saat Lockdown

Selama masa karantina wilayah, solidaritas masyarakat lintas kelas ekonomi menjadi hal yang sangat dibutuhkan agar sanggup bertahan.

(Shutterstock)
Ilustrasi karantina - Soal lockdown karena Covid-19, Sosiolog UI menilai solidaritas dan bahu-membahu antarkelas ekonomi lebih konkret dan dapat diandalkan ketimbang menanti uluran tangan pemerintah. 

TRIBUNMANDO.CO.ID - Masyarakat bakal sanggup bertahan selama masa karantina wilayah akibat Covid-19, asalkan ada solidaritas masyarakat lintas kelas ekonomi.

Demikian yang dikatakan Sosiolog Universitas Indonesia (UI), Imam Prasodjo beranggapan bahwa

Ia berpendapat, solidaritas dan bahu-membahu antarkelas ekonomi lebih konkret dan dapat diandalkan ketimbang menanti uluran tangan pemerintah.

"Buat gerakan sosial mempertahankan sembako, sembako yang di Undang-Undang harusnya disediakan oleh pemerintah, tapi enggak bisa dalam situasi ini hanya menggantungkan pemerintah," jelas Imam kepada Kompas.com, Senin (30/3/2020).

"Pokoknya jangan hanya mengandalkan pemerintah. Kalau mereka bisa, ahamdulillah, tapi kalau enggak, ya kita sendiri," kata dia.

Imam menyebutkan, dalam situasi karantina wilayah, menunggu langkah pemerintah adalah keputusan yang tidak menguntungkan bagi kalangan pekerja harian yang pemasukannya merosot imbas dari pembatasan aktivitas.

Ketimbang lama menunggu langkah pemerintah, bantuan tetangga atau siapa pun yang mampu membantu akan sangat berharga.

"Kayak zakat fitrah saat Idul Adha gitu kan bisa. Lihat kelasnya."

"Sama saja kayak orang zakat fitrah, yang kelas ekonomi di bawah enggak wajib nyumbang," ujar Imam.

Selain itu, solidaritas sosial sejenis ini juga bakal menghindarkan ganjalan birokrasi ketika hendak membantu kelompok miskin memperoleh asupan harian.

Halaman
123
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved