Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tips Hadapi Virus Corona

Dampak Virus Corona Sebabkan Ekonomi AS Resesi, Apa Perbedaan Depresi Ekonomi Sebelumnya?

Merebaknya virus corona atau yang tak terduga dan belum pernah terjadi sebelumnya telah menarik garis paralel dengan depresi hebat AS sebelumnya.

Editor: Isvara Savitri
ERIN BOLLING / US ARMY / AFP
Foto Angkatan Darat AS pada 8 Maret 2020 menunjukkan seorang karyawan USAMRIID (Institut Penelitian Medis Angkatan Darat Amerika Serikat) sedang melakukan penelitian terhadap virus coronavirus baru, COVID-19 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Perekonomian Amerika Serikat (AS) mungkin sudah mengalami resesi.

Namun apakah resesi kali ini adalah resesi yang terburuk?

Dikutip dari reuters, Sabtu (28/3/2020), depresi terhebat yang dialami AS berlangsung pada tahun 1929 hingga 1933.

Resesi ini dimulai dengan jatuhnya pasar saham yang menyebabkan pengangguran besar-besaran dan anjloknya pertumbuhan ekonomi.

Krisis hebat ini membentuk kembali perekonomian AS, mengubah pola migrasi dan menelurkan gaya musik baru, seni dan sastra.

Namun di bawah Presiden AS Franklin Delano Roosevelt, tercipta serangkaian program seperti asuransi pengangguran, tunjangan pensiun jaminan sosial dan asuransi setoran bank yang membuat resesi ini tidak mungkin terulang lagi.

Merebaknya virus corona atau covid-19 yang tak terduga dan belum pernah terjadi sebelumnya telah menarik garis paralel dengan depresi hebat AS sebelumnya.

Kepala Ekonom Global dari Economic Outlook Group, Bernard Baumohl mengatakan, tidak ada definisi spesifik terjadinya suatu depresi.

"Tapi yang ini sangat berbeda dari resesi dalam hal panjang dan dalamnya," ujarnya.

Sebagai contoh, dalam depresi hebat sebelumnya, Amerika Serikat kehilangan 20 persen pekerjaannya selama tiga tahun, dan empat kali lipat kehilangan pada resesi hebat tahun 2007-2009.

Selama empat tahun mengalami depresi hebat, hampir sepertiga dari output AS menghilang.

Sementara beberapa ekonom berpikir output tahunan AS pada periode April hingga Juni mungkin turun 14 persen atau lebih, beberapa berpikir bahwa jenis penurunan sebenarnya akan bertahan dari waktu ke waktu.

Pengeluaran pemerintah membuat perbedaan.

Klaim pengangguran telah meroket, tetapi demikian juga jumlah uang yang direncanakan pemerintah untuk ditransfer ke masyarakat  dan perusahaan besar dan kecil.

Stabilisator ini terbukti kuat dalam penurunan di masa lalu.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved