Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Wabah Virus Corona

UPDATE Virus Corona/Covid-19 di Perancis Korban Meninggal Dunia Tembus 1.696 Orang

Perancis melaporkan 365 kematian baru pasien infeksi virus corona (Covid-19) pada Kamis (26/03/2020).

Editor: Alexander Pattyranie
AFP/Patrick HERTZOG
Anggota polisi Prancis berjalan di stasiun di mana pasien yang terkena coronavirus (Covid-19) akan dipindahkan dengan TGV (kereta berkecepatan tinggi) medis di Strasbourg, Prancis pada Kamis (26 Maret 2020). Sebuah kereta api berkecepatan tinggi yang diolah ( TGV), yang harus mengevakuasi dua puluh pasien yang terinfeksi coronavirus untuk meringankan rumah sakit yang benar-benar jenuh di wilayah Prancis Alsace, tiba Rabu malam di Strasbourg (timur laut). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pandemi virus corona/Covid-19 masih membuat dunia menderita.

Angka kematian di sejumlah negara terus meningkat.

Satu di antaranya Perancis.

Otoritas kesehatan Perancis melaporkan 365 kematian baru pasien infeksi virus corona (Covid-19)

pada Kamis (26/03/2020).

Dengan begitu, kini totalnya menjadi 1.696 orang meninggal.

Kenaikan jumlah kematian tersebut tercatat drastis, yakni 27 persen, setelah pemerintah menerapkan lockdown.

Pada konferensi pers, Direktur Jenderal Kesehatan Jerome Salomon menambahkan, jumlah kasus infeksi juga

meningkat menjadi 29.155, atau naik 16 persen dalam waktu 24 jam.

Salomon mengatakan 3.375 orang berada dalam kondisi kritis.

Sebelumnya Presiden Perancis Emmanuel Macron memberlakukan lockdown untuk memperlambat

penyebaran virus corona (Covid-19).

Lockdown diberlakukan selama dua pekan.

Demikian diumumkan Emmanuel Macron pada Selasa (17/03/2020) dini hari waktu setempat.

Atas kebijakan itu, Perancis telah menutup restoran, bar dan sekolah.

Presiden mengatakan, masyarakat harus tinggal di rumah kecuali, jika untuk membeli bahan makanan,

perjalanan untuk bekerja, latihan atau perawatan medis.

Ia pun menegaskan, 'siapapun melanggar pembatasan, di tempat untuk setidaknya dua minggu ke

depan, akan dihukum.'

"Saya tahu kebijakan ini belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi keadaan menuntut itu," kata Macron.

"Kami tidak sedang melawan tentara lain atau bangsa lain.

Tapi musuh ada, tak terlihat, sukar dipahami, tetapi semkain menyebar."

Menurut dia, langkah ini diperlukan setelah terlalu banyak orang mengabaikan peringatan sebelumnya dan

berbaur di Taman dan sudut jalan selama akhir pekan. Mereka mempertaruhkan kesehatan sendiri dan orang lain.

Di Perancis, virus koroner telah membunuh 148 orang dan yang terinfeksi lebih dari 6.600 orang.

Kerahkan Tentara

Tentara akan diturunkan untuk membantu perawatan di rumah sakit. Rumah sakit militer dengan kapasitas 30

tempat tidur dan perawatan intensif akan didirikan di wilayah Timur Alsace, satu lokasi infeksi Covid-19 terbesar.

Selain itu Macron menunda putaran kedua pemilu lokal pada hari Minggu mendatang.

Karena fokus pemerintah semata-mata diperlukan untuk memerangi pandemi Covid-19.

"Pemerintah, bila perlu akan membuat undang-undang untuk melawan virus corona," katanya.

(Channel News Asia/Reuters)

BERITA TERPOPULER :

 Eva Kehilangan Kedua Orangtua Karena Virus Corona, Hasil Tes Lambat: Sabtu Positif, Sore Meninggal

 Ternyata Ada Satu Tempat yang Tak Terdampak Virus Corona di Dunia, Dihuni 4000 Orang

 Ada Kabar Baik dari Virus Corona yang Buat Kita Sedikit Lega, Peneliti Menyatakan Ini

TONTON JUGA :

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul UPDATE Korban Meninggal Akibat Virus Corona di Perancis Tembus 1.696 Orang

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved