Minggu, 19 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Virus Corona di Indonesia

UPDATE Virus Corona di Indonesia Meninggal 78 Orang, 35 Sembuh, Data Kamis 26 Maret 2020

Jumlah korban meninggal akibat pandemi virus corona/Covid-19 di Indonesia meningkat pada Kamis (26/03/2020).

Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Achmad Yurianto 

Di antara temuannya adalah wabah yang dipublikasikan secara luas dapat menyebabkan penyakit psikogenik massal.

Artinya orang sehat bisa salah mengartikan sensasi tubuh yang tidak serius seperti merasa sesak napas atau pusing sebagai bukti bahwa mereka sedang sakit.

Penelitian juga mencatat bahwa kesalahan diagnosis dapat menyebabkan kewaspadaan berlebihan, meningkatkan kecemasan, dan perilaku keselamatan ekstrem.

Dampaknya negatif bagi masyarakat, seperti terlalu banyak menggunakan sumber daya medis (masker, hand sanitizer, dan lainnya), bahkan kehilangan pekerjaan.

Mengatasinya

Beberapa saran yang bisa diterapkan, seperti dilansir Psychology Today antara lain:

  • Pahami bahwa virus corona seperti wabah lainnya, ini akan berlalu.
  • Seimbangkan antara informasi dan inspirasi (seperti berita baik dari corona dan kisah pasien sembuh). Hal itu dapat membantu Anda mundur ke belakang dan melihat pandemi ini secara lebih luas.
  • Tetap lakukan disinfeksi dan pola hidup sehat.
  • Media sosial digunakan untuk tetap terhubung tapi tetap berhati-hati dalam mengonsumsi informasi.

WHO juga memberikan saran serupa, yaitu:

  1. Hindari menonton, membaca, atau mendengarkan berita yang membuat Anda cemas atau tertekan.
  2. Carilah informasi terkini pada waktu tertentu. Sekali atau dua kali sehari saja.
  3. Tetap terhubung dengan jejaring sosial Anda. Jika dibatasi dalam pertemuan, gunakan media sosial.
  4. Dalam situasi isolasi, cobalah sebisa mungkin untuk menjaga rutinitas harian pribadi Anda.
  5. Selama masa-masa stres, perhatikan kebutuhan dan perasaan Anda sendiri. Misalnya lakukan hal yang membuat sehat dan rileks namun dapat Anda nikmati.
  6. Berolahragalah secara teratur, jaga rutinitas tidur, dan makan makanan sehat 

Gejala Covid-19 pada Anak Muda

Berikut gejala virus corona yang menyerang anak muda hingga anak-anak, alami hal yang berbeda.

Valerie Wilson (34) dan Fiona Lowenstein (26) mengira, mereka terlalu muda untuk terinfeksi virus corona, sebelum dinyatakan positif.

Mereka pun membagikan kisahnya kepada millenial lainnya ketika sudah pulih, agar tetap sadar pentingnya menjaga kesehatan.

Dilansir dari CNN, Wilson yang merupakan seorang ahli perjalanan, menepis gejalanya ketika pertama kali sakit.

Kehilangan indra penciuman

gejala covid-19 terbaru, pada pasien muda rata-rata merasa kehilangan indera pengecap dan penciuman
gejala covid-19 terbaru, pada pasien muda rata-rata merasa kehilangan indera pengecap dan penciuman (net via Tribun Jogja)

Menurutnya, dia terlalu lelah dan hanya demam biasa. Sampai suatu hari dia kehilangan indra penciumannya secara total.

Dokternya berkata bahwa Wilson tak kelihatan seperti seseorang yang terinfeksi virus corona.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved