Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Virus Corona di Indonesia

UPDATE Virus Corona di Indonesia Meninggal 78 Orang, 35 Sembuh, Data Kamis 26 Maret 2020

Jumlah korban meninggal akibat pandemi virus corona/Covid-19 di Indonesia meningkat pada Kamis (26/03/2020).

Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Achmad Yurianto 

Hal ini membuat pikiran makin panik karena merasa terinfeksi virus corona.

Dokter dari The International Psychology Clinic, dr. Martina Paglia mengatakan sangat mungkin banyak orang bergejala mirip virus corona hanya karena kecemasan.

Lebih lanjut, pikiran ternyata tak bisa membedakan bahaya nyata dan yang dirasakan.

Saat merasa terancam dan rentan, adrenalin akan mengalir ke seluruh tubuh.

Peningkatan kecemasan ini akan memicu nyeri dada, pusing, sesak napas hingga merasa demam.

Dokter mengingatkan agar jangan cemas dan panik, kemungkinan besar hal ini adalah psikosomatis daripada terserang virus.

Apa itu psikosomatis?

Dilansir Psychology Today, penyakit psikosomatis atau psikosomatik adalah suatu penyakit di mana pikiran bawah sadar menghasilkan gejala fisik tanpa adanya penyakit.

Biasanya pasien sudah mendatangi petugas medis, namun tidak menemukan penjelasan medis. Sehingga mereka disarankan untuk terapi.

Dikutip Patient Info, psikosomatik berarti pikiran (jiwa) dan tubuh (soma).

Gangguan psikosomatik adalah penyakit yang melibatkan pikiran dan tubuh.

Tidak menular secara fisik

Dilansir Psychology Today, meskipun penyakit psikosomatik tidak menular secara fisik, penyakit ini menular secara emosional.

Bisa secara pribadi maupun kelompok melalui informasi yang dibagikan di media sosial.

Wheaton dalam penelitiannya yang berjudul Psychological Predictors of Anxiety in Response to the H1N1 (Swine Flu) Pandemic, mengungkapkan hubungan antara wabah dan psikosomatik.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved