Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bisnis

Tak Hanya di Bidang Kesehatan, Ternyata Virus Corona Juga Berdampak pada Perilaku Konsumen

Ketika wabah terus berlanjut, dua pertiga orang yang disurvei mengatakan mereka berencana untuk lebih banyak berbelanja online.

Editor: Isvara Savitri
hercampus.com
Ilustrasi belanja online Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul Harbolnas 11.11, Simak 5 Kelebihan Belanja Online Dibandingkan Belanja Langsung di Toko, http://travel.tribunnews.com/2018/11/11/harbolnas-1111-simak-5-kelebihan-belanja-online-dibandingkan-belanja-langsung-di-toko?page=all. Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari Editor: Ambar Purwaningrum 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ternyata wabah virus corona juga bisa mengubah perilaku konsumen.

Beberapa kebiasaan konsumen tersebut dinilai menguntungkan pelaku bisnis online.

Setidaknya demikianlah hasil survei Coresight Research yang dilakukan minggu lalu.

Ketika wabah terus berlanjut, dua pertiga orang yang disurvei mengatakan mereka berencana untuk lebih banyak berbelanja online.

Lebih dari sepertiga responden mengatakan, mereka berencana berbelanja online lebih sering, dan mengurangi belanja di toko dalam jangka panjang.

Memang, ada fenomena pembelian panik dalam urusan bahan makanan dan kebutuhan pokok rumah tangga lain.

Namun, laporan Coresight menunjukkan, konsumen bakal memperketat pengeluaran mereka ketika menyangkut masalah yang tidak esensial.

Cuma di bawah 13 persen responden Coresight yang masih mengatakan akan mengurangi pembelian di kategori apparel dan footwear.

Selain itu, sebagian besar responden Coresight (72 persen) mengatakan, mereka akan menghindari pusat perbelanjaan ketika wabah memburuk.

Bahkan dari jumlah itu, ada 64 persen yang menyebut mereka akan menghindari seluruh toko.

Di ranah fesyen Amerika Serikat, banyak pengecer telah menutup semua tokonya untuk sementara waktu karena virus corona. Hal ini tentu akan menurunkan angka penjualan.

Di tengah penutupan sementara toko, e-commerce bisa menjadi solusi untuk beberapa merek fesyen.

Satu dari tiga orang yang disurvei oleh Coresight menyebut, sehubungan dengan wabah, mereka berencana membeli lebih banyak pakaian secara online daripada yang biasa mereka lakukan.

Meskipun penjualan online dinilai akan meningkat, pengecer memprediksi penjualan di toko menurun.

Banyak pengecer menutup toko mereka sampai akhir Maret atau awal April 2020 karena rekomendasi social distancing.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved