Berita Kotamobagu

Pesta Pernikahan Sunyi Akibat Covid-19, Omzet Make Up Artis Anjlok

DM hanya bisa pasrah melihat momen pernikahan berharganya tak berjalan sesuai apa yang direncanakan

Istimewa
Pemerintah Kota Kotamobagu, tegas mengingatkan agar warga menunda melaksanakan hajatan mengingat saat ini sedang dalam kondisi darurat penanggulangan dan pencegahan Covid-19 

TRIBUNMANADO - DM warga Kota Kotamobagu, Kecamatan Kotamobagu Barat, hanya bisa pasrah melihat momen pernikahan berharganya tak berjalan sesuai apa yang direncanakan.

Pasalnya sejak mewabahnya Covid-19 pada pekan lalu, Pemerintah Kotamobagu, telah memberlakukan larangan menggelar hajatan dan pesta, yang melibatkan masyarakat banyak, guna mencegah penyebaran wabah COVID-19

Hal tersebut lantas membuat pesta pernikahan DM yang dilangsungkan pada Sabtu (21/3/2020) pekan lalu di rumahnya tak berjalan mulus. Persiapan pesta yang telah direncanakan, tidak semuanya terlaksana

Tak ada iringan musik dalam resepsi tersebut. Musik hanya diputar saat para undangan menyambut kedatangan kedua mempelai. Kemudian langsung dilanjutkan dengan doa makan.

Usai makan pun para undangan pamit, namun tak ada jabatangan kepada dua mempelai dalam hari yang spesial tersebut. Hanya ada salam dengan menyatukan kedua telapak tangan.

Kantor DPRD Tomohon Disemprotkan Cairan Disinfektan

DM mengakui hanya bisa pasra dengan hal tersebut. "Mau bagaimana lagi, kita sudah merencanakan pernikahan, namun karena musibah jadinya seperti ini," tuturnya sedih.

Meski begitu ia mengaku bersyukur hajatan pernikahannya terlaksana sesuai dengan tanggal yang disepakati.

"Namanya pernikahan, harus di syukuri sebab ini bukan hanya karena seremonial pesta, namun bagaimana kedua insan menyatu dalam satu janji suci," terangnya.

"Yah saya hanya bisa mengambil hikmah sembari berdoa kepada Allah semoga Indonesia dijauhkan dari musibah ini," singkatnya.

Ketrida Senang Ada Penyemprotan Cairan Disinfektan, Relawan Laskar Merah Sisir Kota Bitung

Sementara Thesy Paputungan salah satu makeup artis di Kota Kotamobagu mengakui, sejak mewabahnya Covid-19 serta dilakukan pelarangan menggelar hajatan dan pesta, omzetnya berkurang derastis

"Bahkan saat ini ada sekitar tujuh klien yang akan menikah membatalkan paket riasan resepsinya karena tidak akan melakukan resepsi akibat mewabahnya Covid-19 ini," jelasnya.

"Memang pendapatan saya berturun derastis. Dari misalnya rata-rata sepuluh orderan dengan paket komplit Rp 8,5 juta perbulan kini hanya dipakai riasan akad saja seharga Rp 2,5 juta," bebernya.

APD Pemerintah Pusat Tiba di Bandara Samrat, Dinkes: Akan Dibagikan ke Rumah Sakit Rujukan

Ia mengatakan dari biasa meraup keuntungan bersih Rp 70 juta per bulan, saat ini menurun jadi Rp 20 jutaan.

"Belum lagi bulan depan sudah tidak ada penghasilan, karena selain adanya pelarangan menggelar hajatan, pada April juga sudah memasuki bulan puasa, sehingga sudah tidak ada lagi orang yang melangsungkan pernikahan," jelasnya.

Ia pun berharap kondisi ini akan cepat membaik, agar tidak berdampak lama pada masyarakat. (drp)

Dinkes Bantu Tong Air Cuci Tangan, Ironisnya Sabun Bantuan Cuci Tangan Raib

Penulis: Don Ray Papuling
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved