Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hari Raya Nyepi

Tak Ada Arak-arakan Ogoh-ogoh di Bali, Corona Jadi Penyebabnya

Nyepi adalah hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap tahun baru Saka.

Editor: Ventrico Nonutu
Tribun News
Ilustrasi - Arak-arakan ogoh-ogoh beberapa waktu lalu. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Nyepi adalah hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap tahun baru Saka.

Perayaannya bisa dilakukan dengan sangat sederhana hingga besar.

Catur Brata Penyepian adalah empat pantangan yang tidak boleh dilakukan pada saat Nyepi yaitu tidak bekerja (amati karya), tidak menyalakan api (amati geni), tidak bepergian (amati lelungan), dan tidak bersenang-senang (amati lelanguan).

Proses itu dimulai pukul 6 pagi dan selesai 24 jam kemudian.

Sehari sebelum melakukan Nyepi, warga mengarak ogoh-ogoh di sekitar rumah mereka, terutama di perempatan desa.

Adapun melasti biasanya diikuti ribuan orang dengan berjalan kaki menuju pantai.

Namun, kemeriahan itu dipastikan tidak akan terjadi setelah adanya larangan oleh Gubernur Bali yang ditujukan untuk membantu mengatasi wabah virus corona (Covid-19).

Hingga Senin (23/3/2020), terdapat enam kasus positif Covid-19 di Bali dengan dua di antaranya meninggal.

Ogoh-ogoh
Ogoh-ogoh "Sandhi Kala" yang diarak keliling area Pura Wahyu Bhakti Sampurna, Desa Sumbersewu, Muncar, Banyuwangi, Rabu (6/3/2019). (Tribun Bali/Noviana Windri)

Keduanya warga negara asing.

"Sesuai isi surat ini, agar seluruh komponen Bali melaksanakannya dengan tertib, disiplin, dan bertanggung jawab," kata Gubernur Bali I Wayan Koster kepada media ketika mengumumkan surat edaran bersama tersebut.

Koster mengatakan dia sudah menginstruksikan semua pemimpin daerah dan pihak-pihak terkait ikut mengoordinasikan dan melaksanakan agar surat edaran itu ditaati dengan baik.

"Ini untuk kepentingan Bali, kepentingan bersama," katanya.

Panitia Lomba Ogoh-ogoh Jembrana Tetap Melakukan Penilaian

Meski begitu pawai ogoh-ogoh ditiadakan, namum tim penilai bersama Panitia Lomba Ogoh-ogoh Jembrana tetap melakukan penilaian terhadap 15 ogoh-ogoh terbaik Sekaa Teruna Teruni (STT) se-Jembrana.

Penilaian dilakukan sejak Jumat (20/3/2020), di mana tim langsung turun ke masing-masing STT di lima kecamatan.

Ketua Panitia Lomba Ogoh-ogoh Jembrana, I Ketut Arya Tangkas mengatakan, ada lima pemenang dari 15 ogoh-ogoh yang sudah diseleksi panitia penilai.

Perlombaan ogoh-ogoh di Pusat Kota Semarapura.
Perlombaan ogoh-ogoh di Pusat Kota Semarapura. (Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa)
Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved