Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Nasional

Penjelasan Agus Wibowo Terkait Alat Pelindung Diri (APD) dari China Bertuliskan Made in Indonesia

pabrik tersebut hanya berperan sebagai penjahit, sedangkan bahan baku hampir seluruhnya dari pemilik merek 

AGUS WIBOWO/BNPB
Sebanyak 10 ribu alat pengaman diri (APD) impor hasil pengadaan #GugasCovid19 tiba di Indonesia, dan dikirim ke gudang Kemenkes untuk selanjutnya diedarkan ke rumah sakit untuk tim medis yang menangani pasien virus corona.  

Agus mengatakan, setelah APD selesai, maka harus dikirim balik ke pemiliknya untuk dipakai sendiri atau dijual kembali ke mana saja, dan bisa juga dijual ke Indonesia lagi.

Agus juga mengungkapkan beberapa waktu lalu Bea Cukai mendapati APD yang akan diekspor ke Korea, padahal itu APD memang punya Korea.

Namun, lanjut Agus, karena kita sedang butuh, maka ditahan dahulu agar bisa dipakai di Indonesia.

Agus melanjutkan, setelah negosiasi dengan Kedubes Korea, maka disepakati setengah ekpor ke Korea, dan setengah untuk kita.

"Itulah kenapa APD yang dipakai made in Indonesia. Bisa jadi APD bantuan Cina seperti itu juga."

"Jadi jangan heran jika APD bantuan Cina atau beli di Cina tapi made in Indonesia," terang Agus dalam cuitannya.

Sebelumnya, Komisi IX DPR banyak mendapat laporan dari masyarakat soal petugas kesehatan di berbagai daerah, yang menyulap jas hujan sebagai Alat Pelindung Diri (APD).

Hal ini terpaksa dilakukan karena minimnya stok APD di sejumlah daerah.

"‎Sarana prasarana kesehatan harus ditunjang oleh pemerintah."

"Kondisi sekarang cari masker saja susah."
"Saya komunikasi dengan teman di daerah, ada tenaga medis pakai jas hujan sebagai APD."

"Ini memprihatinkan," tutur anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani, ‎saat menjadi narasumber dalam diskusi bertema 'Covid-19 ujian kebersamaan kini, Sabtu (21/3/2020).

Menurut Netty, pemerintah harus segera menyiapkan APD hingga ke pelosok daerah, termasuk menjelaskan SOP penggunaan APD.

Netty tidak ingin tenaga medis dikorbankan karena kurangnya APD.

"Jangan korbankan tenaga medis. Mereka sudah bekerja, mengabdi dengan benar," tuturnya.

Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadillah ‎juga menerima informasi banyak keluhan di daerah soal minimnya stok APD.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved