Berita Bolmong

Pecalang saat Nyepi Berkurang, Social Distancing Membuat Warga Non-Hindu Juga Tinggal di Rumah

Di Desa Mopugad, Kabupaten Bolmong, yang jadi pusat perayaan hari raya nyepi di Sulut, jumlah pecalang yang berjaga berkurang dari tahun sebelumnya

Tribun manado / Arthur Rompis
Pecalang berjaga saat Nyepi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Serangan Virus Covid 19 memicu kepanikan masyarakat.

Di Desa Mopugad, Kabupaten Bolmong, yang jadi pusat perayaan hari raya nyepi di Sulut, jumlah pecalang yang berjaga berkurang dari tahun sebelumnya.

Amatan Tribun, hanya dua pecalang yang berjaga di tugu tengah Desa tersebut.

Keduanya ditemani seorang linmas beragama Muslim.

Polres Minsel Pasang Baliho Maklumat Kapolri di Tempat Umum

Made Supandra seorang pecalang menyebut, jumlah pecalang berkurang tahun ini.

"Biasanya ada puluhan orang, kini hanya kami," kata dia.

Ia menduga warga takut jadi pecalang karena corona.

Apalagi ada kabar jika sejumlah warga Desa Mopugad berstatus ODP.

Begini Kronologis Pengeroyokan dengan Menggunakan Sajam di Manado

BREAKING NEWS: Dua Pria di Manado Dikeroyok Enam ABG dengan Menggunakan Sajam

Made mengaku tak gentar menunaikan tugas mulia itu. "Hidup mati di tangan Tuhan, tapi tentu tidak takabur,
kami selalu jaga diri," kata dia.

Suasana di Kecamatan Dumoga Utara relatif sepi selama perayaan nyepi.

Halaman
12
Penulis: Arthur_Rompis
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved