Stok Masker dan Hand Sanitizer Minimarket di Boltim Kosong, di Apotek Harga Melonjak
Rizki Monoarfa staf salah satu minimarket di Tutuyan mengaku, kekosongan sudah terjadi pada minggu pertama bulan Maret.
Penulis: Siti Nurjanah | Editor: Maickel Karundeng
TRIBUNMNADO.CO.ID - Wabah Virus Corona atau Covid-19 yang melanda Indonesia membuat harga hand sanitizer dan masker diberbagai wilayah tanah air melonjak bahkan pasokan keduanya pun kedapatan kosong di beberapa apotek dan supermarket.
Hasil pantauan Tribunmanado.co.id, di beberapa wilayah di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara (Sulut), pasokan hand sanitizer dan masker kosong di berbagai mini market kosong.
Di antaranya, mini market yang terletak di Tutuyan, Kotabunan hingga Modayag kosong.
Rizki Monoarfa staf salah satu minimarket di Tutuyan mengaku, kekosongan sudah terjadi pada minggu pertama bulan Maret.
"Sudah lama kosong kak, kalau gak salah awal minggu bulan ini sudah kosong," ucapnya.
Sedangkan di apotek harga masker melonjak, masker yang biasa dijual dengan harga Rp 5 ribu, kini dijual dengan harga Rp 20 ribu.
Namun, harga tersebut bervariasi pada tiap apotek, adapun apotek menjual masker yang biasa seharga Rp 5 ribu, kini dijual dengan harga Rp 17 ribu bahkan ada yang Rp 28 ribu.
Saat ditanya, Lilis pekerja apotek mengaku bahwa harga sudah mahal sejak dari distributor.
"Harga sudah mahal dari sana (distributor), jadi kalau kami jual dengan harga seperti biasa, kami akan rugi besar, misalkan kami ambil dengan harga Rp 10 ribu, terus kami jual Rp 5 ribu, kami yang rugi, maah gak balik modal," ujarnya.
Meski demkian, tak sedikit masyarakat yang rela merogoh kocek Rp 15 hingga Rp 17 ribu untuk beli masker.
Sementara itu, Kia Paputungan warga Tombolikat, Boltim mengaku, dirinya tidak membeli masker dikarenakan harga masker mahal.
"Rajin cuci tangan dan jaga kesehatan tubuh, soalnha mahal masker, lagian masker dianjurkan bagi yang sakit kan," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Eko Marsidi menyayangkan harga masker yang kian mahal.
Menurutnya, masker hanya dipakai oleh orang yang sedang sakit.
"Misalnya orang itu sedang flu dan batuk, makanya dia wajib pakai masker," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/stok-masker-langka.jpg)