Breaking News:

RENUNGAN

Pdt Marco Wagey: Beriman dan Berjaga Jaga, Markus 14 : 32 - 42

Dunia termasuk didalamnya Gereja sedang bergumul menghadai wabah virus yang sangat menakutkan yaitu Covid 19 atau Virus Corona.

Istimewa
Pdt Marco Wagey: Beriman dan Berjaga Jaga, Markus 14 : 32 - 42 

Pdt Marco Wagey STh MTh

" Beriman dan Berjaga Jaga" Markus 14 : 32 - 42.

Dunia termasuk didalamnya Gereja sedang bergumul menghadai wabah virus yang sangat menakutkan yaitu Covid 19 atau Virus Corona.

Artinya Virus ini tergolong virus " BERBAHAYA ".

Keadaan ini tentu membuat orang termasuk orang beriman berada pada situasi " Panik", ataupun "Ketakutan". Instruksi Gereja dan Pemerintah supaya kita " Waspada, Berhati hati ataupun Berjaga Jaga".

Himbauan ini adalah suatu bentuk " Kepedulian dan rasa Kemanusiaan" yang dilakukan oleh Gereja dan Pemerintah. Bertepatan dengan bencana Covid 19 ini, gereja sedang berada pada masa masa penghayatan akan Sengsara Yesua Kristus. Bukan kebetulan tapi setidaknya kita menyadari bahwa kita sedang " BERGUMUL".

Markus 14 : 32 - 42 adalah suatu cerita tentang pergumulan yang dialami Yesus ketika waktu Ia akan menderita semakin dekat. Ekspresi kecemasan yang dialami oleh Yesus saat ia berkata " HATIKU SANGAT SEDIH, SEPERTI MAU MATI RASANYA ". Inilah adegan yang sangat manusiawi yang dapat kita bayangkan tentang apa yang digumuli oleh Yesus. Yesuspun bergumul dalam " DOA" tentang apa yang akan Ia alami. Kembali Yesus menunjukkan ekspresi manusiawinya dalam doanya "....ambilah cawan ini dari padaku..." Yesus menyadari begitu berat penderitaan yang akan Ia alami.

Dalam situasi seperti ini saya mau mengajak kita berkonsentrasi pada apa yang di perintahkan Yesus kepada murid muridNya. Dua kali Yesus berkata kepada murid muridNya " Berjaga Jagalah ( ay 34 & 38). Kata Yunaninya " gregoreite" yang artinya bukan cuman sekedar berjaga - jaga tetapi juga harus memperhatikan. Mengapa harus berjaga jaga? Alasannya adalah " Supaya Kamu Jangan jatuh kedalam Pencobaan"...Murid murid Yesus tidak menyadari apa yang dimaksudkan Yesus, maka mereka bukan berjaga jaga tapi malahan mereka " TIDUR". Murid murid beriman tapi mereka lemah.

Saudara saudara dalam konteks apa yang digumuli dunia dan gereja sekarang ini, maka perintah untuk berjaga - jaga adalah perintah bagi kita semua seperti himbauan yang telah dilakukan oleh Gereja dan Perintah. Akan tetapi
Saya merenungkan (menyayangkan) berbagai macam respon yang "KELIRU" muncul di dunia maya dan dunia nyata. Apalagi terkait dengan " HIMBAUAN GEREJA dan PEMERINTAH " Respon yang muncul antara lain :

1. Iman dikalahkan oleh virus Corona.
2. Torang orang ber-Iman masa so nd mo ba ibadah.
3. Jabat tangan itu torang pe budaya
4. Torang pe hidop kwa ditangan Tuhan, biarle kena virus belum tantu mo mati kalo belum ajal..
Entah apa yang mereka pikirkan... Merasa diri hebatkah? Atau merasa diri kuat dan sehat?
Lebih membungungkan lagi banyak orang membenarkan pendapat dengan menggunakan ayat Alkitab... ( Jangan Engkau Kuatir akan hari esok, Jangan Takut........ dan lain lain) Apalagi terjadi perang " Ayat Alkitab" antara Pro dan Kontra..... 

1 alasan yang paling penting menurut saya mengapa harus merespon dengan baik Himbauan Gereja dan Pemerintah yaitu :
"ALASAN KEMANUSIAAN".. Sangat tidak manusiawi kalau kita membiarkan virus ini menyebar luas. Dengan tidak menghiraukan Himbauan dari Gereja maupun pemerintah dan beraktifitas seperti biasanya, mungkin kita tidak terkena virus itu, tapi begitu teganya kita melihat begitu banyak orang yang terkena virus tersebut. Peran para tim medis yang mempertaruhkan nyawa mereka , bukan sedikit mimpi, harapan dan cita cita dari begitu banyak orang yang akan kita korbankan.

Apakah orang beriman harus takut pada virus ini? Jawaban saya " TIDAK" .. kita harus melawannya. Dengan cara apa? " BERJAGA JAGA" . Beriman berarti bertindak untuk menyelamatkan sesama. Kalau kita mengatakan kita beriman dan membiarkan nyawa mereka "TERANCAM" apakah itu Iman?
Jangan jadikan iman kita menjadi " bodoh"..
Gereja kita bergumul untuk keselamatan umat Tuhan. Tindakan mengantisipasi adalah bentuk dari pergumulan gereja untuk menyelamatkan umat Tuhan.

Suarakan, Serukan, Sampaikan " Keselamatan" itu bagi mereka yang masih hidup, supaya hidup " berjaga- jaga".
KALO TORANG BERIMAN BAHWA COVID 19 AKAN BERAKHIR DALAM NAMA TUHAN, MARI TORANG BERGUMUL BERSAMA, MARI TORANG BERJUANG BERSAMA, MARI TORANG PEDULI BERSAMA.

Penulis: Ferdinand_Ranti
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved