Rupiah Berpotensi Anjlok ke Rp 17.000 per Dolar AS
Dolar Amerika Serikat menggila! Nilai tukar rupiah yang sudah bergerak ke atas Rp 16.000 per dolar
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Dolar Amerika Serikat menggila! Nilai tukar rupiah yang sudah bergerak ke atas Rp 16.000 per dolar dinilai wajar karena saat ini pasar keuangan juga sedang terguncang oleh ketidakpastian global akibat dampak dari pandemi virus corona.
Mengutip Bloomberg, Jumat (20/3) pukul 12.00 WIB, rupiah di pasar spot masih melemah 0,78% ke Rp 16.038 per dolar AS. Ini merupakan rekor terburuk rupiah sejak pertengahan Juni 1998.
Analis Central Kapital Futures Wahyu Tri Laksono mengatakan, untuk saat ini masih wajar jika rupiah melemah ke atas Rp 16.000 per dolar AS. Mengingat, pasar keuangan global juga sedang tertekan.
"Ya mau gimana lagi jangankan rupiah, major currency, komoditas, bahkan emas juga melemah, pasar sedang memburu likuiditas, semua global memang sedang stres," kata dia, Jumat (20/3).
• Cerita 53 Orang Isolasikan Diri di Bolmong
Jika kini rupiah sudah tembus Rp 16.000 per dollar AS, Wahyu memproyeksikan mata uang Garuda bisa terus melemah dan bukan tidak mungkin menyentuh level di kisaran Rp 17.000 hingga Rp 18.000 per dolar AS.
"Saat market sedang stres, mereka butuh dolar AS, semua akan dilepas apalagi rupiah yang karakternya memang sudah lebih lemah dari dolar AS, itu wajar," tambah Wahyu.
Namun, rupiah masih memiliki potensi untuk menguat karena AS pun akan mencari balancing saat krisis likuiditas mereda dan isu beralih pada resesi serta respon moneter dari The Federal Reserve.
"Untuk AS meredam trade deficit, dolar AS yang melemah adalah salah satu solusi, itu kenapa Donald Trump ngotot mendikte The Fed soal lemahkan mata uang dan menurunkan suku bunga acuannya," pungkas Wahyu.
• Hotel di Manado Suruh Karyawan Cuti: Hunian Kamar hanya 8 Persen
Rupiah pada kurs tengah Bank Indonesia mencetak rekor baru. Jumat (20/3), kurs referensi Jakata Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) ada di level Rp 16.273 per dolar Amerika Serikat.
Posisi ini membuat rupiah di Jisdor melemah 3,57% dibanding hari sebelumnya yang ada di Rp 15.712 per dolar AS. Ini juga rekor terburuk rupiah sejak krisis moneter 1998 lalu.
Setali tiga uang, rupiah di pasar spot pun sudah menembus Rp 16.000. Pada pukul 10.05 WIB, rupiah spot ada di level Rp 16.038 per dolar AS.
Ini membuat mata uang Garuda tersebut sudah melemah 0,78% sepanjang hari ini. Mengingat pada penutupan Kamis (19/3), rupiah ada di Rp 15.913 per dolar AS.
• Dampak Covid-19: Skenario Terburuk Eknomi 0 Persen
Ini juga menjadikan rupiah sebagai mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan Asia. Bahkan dengan posisi kali ini, adalah yang terburuk dalam 22 tahun terakhir.
Lonjakan kasus virus corona di Indonesia menjadi sentimen pemberat rupiah. Di tambah, dana asing yang keluar deras dari pasar keuangan dalam negeri membuat pelonggaran kebijakan yang dilakukan BI belum berpengaruh signifikan.
Untuk hari ini pun, Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim masih memperkirakan rupiah bergerak melemah "Rupiah masih berpotensi melemah ke kisaran Rp 15.800-Rp 16.150 per dolar AS," kata dia, Kamis (19/3). (kontan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/hitung-uang_20181015_004127.jpg)