Banjir Landa Kota Bitung
Banjir Landa Ratusan Rumah di Girian, Dapur Warga Jebol dan Hancur
Banjir melanda ratusan rumah di Kecamatan Girian, Matuari dan Ranowulu Kota Bitung Provinsi Sulut
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID - Banjir melanda ratusan rumah di Kecamatan Girian, Matuari dan Ranowulu Kota Bitung Provinsi Sulut.
Menurut keterangan warga banjir terjadi sejak Jumat (19/3/2020) malam hingga dini hari.
Aksen Kakomba (52) warga lingkungan I Kelurahan Girian Weru 1 Kecamatan Girian, menceritakan banjir memporak-porandakan bagian dapur yang dekat dengan aliran DAS Girian.
"Saat kejadian di rumah hanya saya dan istri. Memang belum tidur karena sejak masih fruk, air di DAS sangat kencang dan tiba-tiba dari belakang masuk kedalam rumah," cerita Aksen saat diwawancarai Tribunmanado.co.id, Jumat (20/3/2020).
• Pasca-Bencana Banjir Luapan Sungai Girian, Siti: Sejak Pagi Hingga Sore hanya Makan Buah Pisang
Bersama istri dibantu warga sekitar mengeluarkan sejumlah barang berharga yang sudah sempat kena air, seperti kasur kursi dan lainnya.
Sedangkan kulkas tidak sempat kena air. Saat kejadian air setinggi lutut orang dewasa di dalam rumah sementara bagian belakang rumah tepat di DAS tinggi air 2 sampai 4 meter.
"Ada tanggul yang menjadi pembatas puluhan rumah warga dengan DAS ambruk rusak sekitar 3 meter," tandasnya.
• BREAKING NEWS! Luapan Daerah Aliran Sungai Girian Akibatkan Puluhan Rumah Terendam Air
Warga lainnya yang rumahnya jadi rusak karena banjir adalah Jonjor Tarimakase pada keluarga Tarimakase-Sadonda.
Dijumpai saat melakukan bersih-bersih mengatakan, akibat arus keras di DAS Girian tembok belakang rumah atau dibagian dapur bobol, sekitar 2 meter setengah.
"Bobol akibat hantaman batang kayu, yang terbawa derasnya aliran air di DAS Girian," ujar Jonjor.
Peristiwa jebolnya tembok dapur rumah terjadi sekitar pukul 03.00 - 04.00 subuh, saat rumah sudah kemasukan air.
• Kepala Dinkes Mitra: Stok Obat Malaria Penangkal Covid-19 Aman
Alce Sasikome warga lainnya, menjelaskan akibat banjir dapurnya mulai retak di bagian lantai.
"Kami harus memasang sebatang kayu untuk penyangga agar bagian atapnya tidak roboh," kata Alce.
Bersama sang suami saat air di DAS sedang kencang-kencangnya mulai was-was, dan langsung melakukan pencegahan keluar rumah bersama barang berharga. (crz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/dapur-warga-jebol-dan-hancur.jpg)