Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

APBN Direalokasi Rp 62,3 Triliun: Antisipasi Wabah Corona

Anggaran belanja kementerian/lembaga akan direalokasi untuk penanganan wabah virus covid-19 alias corona.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Pemerintah membebaskan pajak kepada karyawan yang bergaji Rp 16 juta ke bawah dan menanggung pajak karyawan yang berpenghasilan hingga Rp 200 juta. - 

Rupiah Melemah

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus menunjukkan pelemahan. Setidaknya sudah hampir sepekan rupiah terus melemah.

Pada penutupan Jumat(20/3), rupiah tercatat melemah 0,30 persen ke angka Rp 15.960 per dolar AS dari posisi sehari sebelumnya Rp 15.912. Pelemahan itu menandakan kurs rupiah spot melemah 8% dari posisi penutupan perdagangan pekan lalu Rp 14.778 per dolar AS.

BPBD Provinsi Kirim Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Bitung

Pengamat Global Kapital Investama, Alwi Assegaf menyebut penyebab melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS adalah kepanikan dari para pelaku pasar. Mereka memburu dolar AS untuk dijadikan aset sebagai imbas wabah covid-19 alias corona.

Alwi mengamati aksi buru dolar AS ini membuat indeks dolar AS naik ke level tertinggi sejak tiga tahun lalu. Bahkan, pamor emas sebagai salah satu aset safe haven juga kalah dari dolar AS.

"Dampak virus corona pertumbuhan ekonomi global bisa melambat, pelaku pasar lari ke dolar AS bahkan upaya bank sentral menggelontorkan stimulus juga belum mampu meredakan kondisi risk off," kata Alwi.

Ke depan pergerakan rupiah akan bergantung pada penanganan kasus corona di dalam negeri. Alwi mengatakan jika jumlah pasien positif corona bisa tidak bertambah, hal ini bisa menolong rupiah untuk menguat.

"Kita berharap saja kondisi jadi lebih baik, karena sejatinya Trump sudah melakukan intervensi membeli minyak untuk menyelamatkan harga minyak dunia, sementara di Wuhan jumlah kasus corona baru juga sudah tidak ada," kata Alwi.

Ekonom Pefindo, Fikri Permana menilai langkah Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan ia nilai baik untuk menjamin likuiditas dolar AS di pasar.  Rupiah pun memiliki kesempatan untuk menguat karena adanya tripel intervensi BI di pasar spot dan DNDF serta Surat Utang Negara (SUN) di tengah Kementerian Keuangan masih menjaga APBN dan insentif fiskal.

Namun, kembali lagi, persepsi risiko asing terkait risiko domestik khususnya penyebaran pandemi corona, penurunan harga minyak dan risiko sektor riil serta pasar keuangan masih menghantui nilai tukar rupiah untuk menguat. Jika persepsi risiko di pekan depan membaik dan capital outflow bisa lebih terkendali, Fikri memproyeksikan sepekan depan rupiah perlahan bisa menguat ke Rp 14.780 per dolar AS hingga Rp 16.780 per dolar AS. Namun, jika persepsi risiko memburuk, Fikri khawatir rupiah berpotensi bergerak di rentang Rp 15.630 per dolar AS hingga Rp 17.630 per dolar AS.

Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru menguat berhasil kembali ke atas level 4.000 pada perdagagan sesi II dan ditutup menguat 2,18 persen seiring dengan rebound mayoritas bursa di Asia. Pada penutupan perdagangan kemarin indeks menanjak 2,18 persen atau 89,52 poin ke level 4.194,94. Sepanjang hari ini, IHSG bergerak di rentang 3.918,34 - 4.238,36.

Dari 9 sektor saham, 7 sektor mampu menguat, yakni consumer +7,79 persen, infrastruktur +5,75 persen, pertambangan +3,18 persen, perdagangan +1,73  persen, industri dasar +5,72 persen, perkebunan +0,17 persen, properti +0,45 persen. Adapun, finansial -1,4 persen dan aneka industri -1,61 persen.

Tercatat 217 harganya sama seperti penutupan sebelumnya, 224 saham turun, dan 271  saham menguat. IHSG yang sempat meninggalkan level 4.000 kembali rebound seiring dengan penguatan bursa Asia. (Tribun Network/van/ktn/kps/wly)

Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved