Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

China Mulai Bangkit dari Wabah Virus Corona, Kehidupan Kembali Normal, Angka Kasus Menurun

Sebelumnya, China sempat mengalami masa sulit ketika peyebaran virus corona sangat masif. Kota Wuhan di Provinsi Hubei dianggap sebagai pusat virus

Editor: Finneke Wolajan
(Shutterstock)
Ilustrasi: aktivitas warga di China pada Januari 2020 saat wabah virus corona merebak. 

Setiap tahun, ia melakukan perjalanan ke Yunnan, pada akhir November, untuk mengembangbiakkan lebah madu.

Biasanya, ia baru kembali pada awal Maret.

Namun, pada tahun ini, karena wabah virus corona, apa yang dirasakan Wu berbeda.

Hampir 60 juta orang dikarantina pada akhir Januari 2020 karena penyebaran virus corona yang menyebabkan Covid-19.

Akibat karantina itu, Wu dan teman-temannya terjebak di Yunnan.

Mereka menelepon pihak berwenang setempat dan meminta izin untuk kembali ke Hubei mulai 1 Maret 2020.

"Kami melakukan panggilan setiap hari, hingga pejabat lokal tidak (ingin) menjawab telepon, mereka saat tahu itu nomor kami," ujar Wu.

Tak lama setelah itu, akhirnya permintaan tersebut disetujui.

Wu dan beberapa temannya diizinkan kembali ke Hubei pada Senin (16/3/2020).

Ia dibekali dengan sertifikat kesehatan dari Yunnan dan surat penerimaan yang diberikan oleh pihak berwenang di Hubei.

Saat kembali, Wu membawa truk bermuatan lebih dari 150 sarang lebah.

"Saya merasa lebih baik. Akhirnya, saya kembali ke rumah," ujar dia.

Namun, penundaan kembali ini menelan biaya sekitar 30.000 yuan atau sekitar Rp 62.699.836 (kurs Rp 1 setara dengan 2.089 yuan).

Sebab, sepersepuluh lebahnya diracun dengan pestisida.

Kisah imigran di Guangzhou

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved