Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Nasional

Mantan Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab Ubah Arah Kini Bela Ahok, Mujahid 212 Langsung Bereaksi

Para mujahid 212 yang dulu pernah satu barisan bersama Kapitra langsung bereaksi ketika mendengar pembelaan tersebut.

Editor: Frandi Piring
Istimewa
Habib Rizieq Shihab dan Kapitra Ampera 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Eks kuasa hukum Habib Rizieq Shihab Shihab, yakni Kapitra Ampera diketahui telah melakukan pembelaan terhadap Komisaris PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Berdasarkan informasi yang dirangkum, pembelaan tersebut dilakukan karena terdapat banyak pihak yang tak setuju apabila Ahok menjadi pemimpin ibu kota baru.

Pihak Mujahid 212 yang dulu pernah satu barisan bersama Kapitra langsung bereaksi ketika mendengar pembelaan tersebut.

Kapitra Ampera dan Habib Rizieq Shihab
Kapitra Ampera dan Habib Rizieq Shihab (Dok. Istimewa)

Kepala Divisi Hukum PA 212 Damai Hari Lubis mengatakan harusnya Kapitra mengetahui temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) soal dugaan korupsi yang dilakukan Ahok ketika memimpin DKI Jakarta beberapa tahun silam.

"Dapat disimpulkan dari yang disampaikan Kapitra, Ahok telah gagal dalam mental atau spiritual,” kata Damai di Jakarta, Minggu (8/3/2020) kemarin.

Damai melanjutkan, isu bahwa Ahok terlibat korupsi sangat kuat ditambah dengan temuan BPK.

Para peserta aksi Mujahid 212 melintas di gedung Bawaslu RI pada Sabtu (29/9/2019) pagi.
Para peserta aksi Mujahid 212 melintas di gedung Bawaslu RI pada Sabtu (29/9/2019) pagi. (Tribunjakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Untuk menghilangkan kesan korupsi yang dilakukan Ahok, maka Kapitra harusnya membela dengan berdasar fakta hukum.

“Melalui temuan fakta hukum, tentang adanya kekeliruan yang dilakukan lembaga audit yang nilai derajatnya mesti selevel dengan kredibilitas BPK atau putusan pengadilan yang menyatakan hasil audit BPK terbukti keliru,” beber Damai.

Apabila pembelaan hanya bermodalkan ucapan saja, maka kesan Ahok sebagai seorang yang terlibat dalam korupsi tak akan hilang.

Apabila pembelaan hanya bermodalkan ucapan saja, maka kesan Ahok sebagai seorang yang terlibat dalam korupsi tak akan hilang.

Karena sebab itulah, mujahid 212 dengan tegas menolak Ahok memimpin ibu kota baru dan menjadi Komisaris Utama Pertamina seperti saat ini.

“Faktor mental spiritual itulah yang membuat Ahok tidak layak menduduki jabatan strategis apa pun di negeri ini termasuk Komut Pertamina,” pungkasnya.

Ahok Jadi Calon Pemimpin Ibu Kota Baru, Sandiaga Uno: Cek Dulu Hasil Rekam Jejaknya di Pertamina

Mengapa Mujahid 212 Bersikeras Tolak Ahok Jadi Pimpinan Ibu Kota Baru?

Pihak Alumni Aksi 212 yang menamakan diri Mujahid 212 menolak Ahok sebagai calon Kepala Badan Otorita Ibukota Negara.

Ketua Mujahid 212 Damai Hari Lubis mengatakan, pihaknya menolak Ahok karena rekam jejak dan kepribadian yang tidak baik.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved