Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Wabah Virus Corona

Warga Madiun 'Serbu' Jamu Tradisional karena Diyakini Bisa Tangkal Virus Corona

Tak cuma memburu empon-empo di pasar tradisional, masyarakat Kota Madiun juga memburu pedagang jamu tradisional.

Editor: Alexander Pattyranie
KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWI
Mbah Poerboyo sementara melayani warga yang memesan jamu tradisional di warungnya di pinggir alun-alun Kota Madiun, Rabu (4/3/2020). Permintaan jamu tradisional jualannya dalam tiga hari terakhir. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tak cuma memburu empon-empo di pasar tradisional, masyarakat Kota Madiun juga memburu pedagang jamu tradisional.

Mereka yakini jamu tradisional bisa menangkal virus corona.

Poerboyo, seorang pedagang jamu tradisional, mengatakan, dagangannya laris diburu warga Kota Madiun.

Tepatnya setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus positif virus corona Covid-19.

Warga, kata dia, yakin jamu tradisional yang mengandung rempah-rempah itu bisa menangkal virus corona.

"Tiga hari terakhir ini banyak yang datang kesini untuk mengkonsumsi jamu tradisional yang diramu dari

aneka empon-empon. Mereka percaya jamu tradisional dapat menangkal virus corona," kata Poerboyo kepada Kompas.com, Kamis (05/03/2020).

Warung Poerboyo yang berada di pinggir alun-alun Kota Madiun itu juga didatangi masyarakat dari luar kota Madiun.

Jumlah pengunjung yang mendatangi warungnya melonjak tiga kali lipat.

Mbah Poer, sapaan akrabnya, sampai kehabisan bahan empon-empon jenis serai karena banyak yang memesan.

Menurutnya, jamu tradisional yang paling banyak diburu adalah ramuan jahe, kencur, serai, dan jeruk (jancruk).

Selain harga yang murah, masyarakat menggemari pemanis jamu yang terbuat dari gula merah.

Tapi, Mbah Poer mengaku pendapatannya tak berubah. Karena, harga empon-empon juga melonjak.

"Harga jahe emprit biasanya Rp 28.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp 35.000 hingga Rp 37.000 per kilogram.

Sedangkan harga kencur juga naik, dari normalnya Rp 32.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp 37.000 per kilogram," ujar Poerboyo.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved