Berita Manado
Kisah Pengangkut Sampah di Manado, Dua Bulan Pertama Pakai Masker, Selanjutya Sudah Terbiasa
Melky Singal menceritakan pengalamannya, menjadi seorang pengangkut sampah di kecamatan Pall Dua Manado, Kamis (5/3/2020)
Penulis: Fistel Mukuan | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID - Melky Singal menceritakan pengalamannya, menjadi seorang pengangkut sampah di kecamatan Pall Dua Manado, Kamis (5/3/2020).
Ketika dikunjungi lokasi tempat pembuangan sampah di jalan Camar IV Malendeng, Tikala, Manado, Sulawesi Utara, beberapa motor pengangkut sampah bolak balik membuang sampahnya.
Lokasi tersebut sudah dibuatkan pemerintah Manado, tempat pembakaran sampah atau Insenerator.
Melky Singal salah satu pekerja pengangkat sampah dari Kecamatan Pall Dua. Sampahnya kemudian dibawa ke insenerator di Malendeng, Tikala.
• Dua Pasien Terduga Virus Corona dalam Pengawasan di Ruang Isolasi RSUP Kandou
Melky adalah warga Watumea, Eris, Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara, mengaku sudah satu tahun lebih bekerja sebagai pengankut sampah.
Ia menceritakan suka dan senangnya bekerja sebagai pengangkut sampah di kota Manado.
"Kalau susahnya bekerja kadangkala motor pengangkut lagi rusak, tapi masyarakat tidak tahu mereka laporkan sudah tidak angkat sampah lagi padahal di bengkel," kata Melky.
• KRONOLOGI 2 Orang Terseret Banjir di Bolmut, Satu Orang Meninggal, Satu dalam Pencarian
Tapi menurutnya senangnya bekerja sebagai pengangkat sampah, gajinya cukup lumayan.
"Setiap hari kami dua kali mengangkat sampah pagi dan sore, kalau pagi jam enam sore jam tiga," tambahnya.
Ketika ditanya apakah tidak merasa jijik saat berada di lokasi sampah yang bau, Melky menjawab pertama pakai masker tapi lama kelamaan tidak lagi.
"Sekitar dua bulan saat bekerja pakai masker terus, tapi melihat yang lainnya sudah terbiasa dan tidak pakai masker jadi sekarang saya tidak lagi," ucapnya.
• Kini Jadi Pengusaha, Veronica Tan Merasa Hidup Ini Lucu: Kalau Tak Suka Bisnisnya, Jangan Dikerjakan
Ia ceritakan ada juga temannya yang sudah terbiasa, bahkan makanan yang mereka dapatkan dari sampah yang dibuang tapi kemasan makanan dan minuman masih utuh atau segel, akan dimakan dan diminum mereka di tempat sampah bukan di tempat lain.
"Tapi selama ini saya belum jadi seperti mereka makan di sini lokasi sampah," ujarnya
Diketahui mereka pengangkut motor sampah di Pall Dua ini berjumlah 30 orang, dan semua sampah dikumpul di sini, dan langsung dibakar di Insinerator.
• DPC PDI Perjuangan Bolsel Keluarkan Usulan Pemecatan Terhadap Ruslan Paputungan
Tapi dengan jumlah pengangkut motor sampah yang banyak, insinerator ini tidak mampu karena itu lainnya dibawah truk penganggut sampah di TPA Sumompo.