Sabtu, 30 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Wabah Virus Corona

Cara Mengetahui Kamu Terinfeksi Virus Corona atau Tidak, Prosesnya Butuh 2 Hari Lho!

Ada cara untuk mengetahui jika kamu terinfeksi virus mematikan atau Covid-19 ini.

Tayang:
Editor: Alexander Pattyranie
Istimewa/thewuhanvirus.com
Tangkapan layar dari situs thewuhanvirus.com, terdapat dua kasus positif virus corona di Indonesia. 

Disebutkan tahap pertama itu disebut people under observation, yakni yang menunjukkan gejala batuk pilek.

"Pertama, kita menyebutnya adalah people under observation. Semua orang yang punya gejala batuk pilek itu termasuk People under observation," ujarnya.

Tahap selanjutnya, jika diketahui seorang pasien ada riwayat bepergian ke Wuhan dan ada riwayat kontak dengan orang yang lama dengan yang sakit di negara manapun, maka baru dinamakan suspect.

"Kemudian kalau under observation tapi ada riwayat ke Wuhan, ada riwayat kontak dengan orang yang lama dengan yang sakit di negara-negara manapun, itu baru disebut suspect," kata Anung Sugihantono.

Lalu, disebutkan juga ada tahapan lain yang disebut probable hingga akhirnya disebut confirm.

"Tapi kalau suspect dilakukan pemeriksaan lab lalu ditemukan corona virus itu disebut probable. Kalau novel corona virus maka disebut confirm," ujarnya.

Awalnya, penyebaran virus corona terdeteksi di Wuhan, China, pada akhir tahun 2019.

Hal ini membuat warga setempat yang terinfeksi virus semakin bertambah.

Diketahui, virus corona ini menyerang sistem pernapasan manusia.

Hal yang mengerikan virus ini memiliki kemampuan yang tinggi untuk menyebabkan penyakit yang parah daripada virus lainnya.

Seperti yang dimuat BBC Indonesia, dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Diah Handayani menjelaskan, hal paling berbahaya ketika virus tersebut merusak fungsi paru-paru.

Kondisi tersebut disebut sebagai pneumonia. Dalam hal ini, jaringan paru-paru akan terinfeksi atau mengalami peradangan akut.

ilustrasi virus corona
ilustrasi virus corona (Pixabay)

"Pertukaran oksigen tidak bisa terjadi sehingga orang mengalami kegagalan pernafasan. Itulah mengapa virus ini berat karena bukan lagi hanya menyebabkan flu atau influenza tapi dia menyebabkan pneumonia," ujarnya.

Sebagai informasi tambahan, pada artikel di laman Alodokter yang ditinjau dr Tjin Willy, disebutkan bahwa pneumonia bisa dikenal dengan istilah paru-paru basah.

Penyakit ini juga disebutkan memang disebabkan oleh virus atau bakteri, atau juga jamur.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved