Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kasus Virus Corona

Terus Menyebar ke Seluruh Dunia, Berikut Kelompok yang Rentan Terkena Virus Corona

Penyebaran virus corona harus terus diwaspadai. Laki-laki menjadi kelompok yang paling rentan terkena virus ini dibandingkan perempuan.

Editor: Isvara Savitri
EPA-EFE/YONHAP SOUTH KOREA OUT(YONHAP)
ILUSTRASI - Pasien suspect virus Corona di Daegu Korea Selatan. 

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 47,6 persen pria di China merokok, jauh lebih besar dibanding perokok perempuan yang hanya 1,8 persen.

Daya tahan tubuh
Secara umum, perempuan juga memiliki daya tahan tubuh lebih baik dibanding kaum adam.

“Orang yang memiliki gangguan jantung, diabetes, atau penyakit paru seperti COPD juga paling rentan mengalami komplikasi dan kematian akibat infeksi Covid-19,” kata direktur Divisi Penyakit Menular di Universitas Alabama, AS, Jeanne Marrazzo.

Ia membandingkan Covid-19 dengan virus pneumonia, yang cenderung memberi dampak paling buruk pada orang yang kekebalan tubuhnya sudah rendah. 

Kasus penularan pada ibu hamil yang dilaporkan memang sangat kecil.

Salah satu penelitian terbaru yang dimuat di jurnal The Lancet menemukan 9 orang ibu hamil yang terinfeksi, tetapi virusnya tidak ditransfer ke janinnya.

“Jumlah bayi dan anak kecil yang meninggal sangat kecil jika dibandingkan dengan orang yang terpapar,” kata Mina.

Para ilmuwan juga belum memahami mengapa anak-anak seolah terlindungi dari virus ini walau mereka sering kali jadi pembawa penyakit.

Ada kemungkinan tubuh anak-anak lebih baik dalam menghadapi efek virus ini atau mereka telah memiliki imunitas sebelumnya dari ibu.

Kelompok lain yang paling berisiko adalah tenaga kesehatan.

Setidaknya 1.700 orang terinfeksi saat menangani pasien di China, terutama di lokasi awal wabah ini, yaitu Provinsi Hubei.

Secara umum, hampir 15 persen kasus infeksi pada tenaga kesehatan tergolong berat, bahkan kritikal.

Sebanyak 5 orang meninggal, termasuk Li Wenliang, dokter berusia 34 tahun yang sejak awal mencoba memperingati bahaya virus ini.

Penelitian yang dipublikasikan di The Journal of the American Medical Association yang meneliti 45.000 kasus di China menemukan bahwa 80 persen kasus yang dilaporkan tergolong ringan.

Sisanya, 20 persen terdiagnosis memiliki gejala yang moderat, berat, bahkan kritis. Sekitar 2,3 persen dari seluruh kasus bersifat mematikan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved