Pilkada 2020

Minim Calon Independen, Taufik: Sejarah Mencatat Jimmy Eman Menang Lewat Jalur Perseorangan

Taufik Tumbelaka pengamat politik Sulawesi Utara (Sulut) memberikan tanggapan mengenai kurangnya minat calon kepala daerah dari jalur independen

Minim Calon Independen, Taufik: Sejarah Mencatat Jimmy Eman Menang Lewat Jalur Perseorangan
TRIBUN MANADO/ARTHUR ROMPIS
Taufik Tumbelaka 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Taufik Tumbelaka pengamat politik Sulawesi Utara (Sulut) memberikan tanggapan mengenai kurangnya minat calon kepala daerah dari jalur independen atau perseorangan pada Pilkada 2020.

"Sejarah politik terkait Pilkada di Sulut, sebenarnya pada Pilkada yang lalu ada fenomena Jimmy Eman mengambil pilihan politik ikut Pilkada dengan melalui jalur perseorangan," katanya saat dihubungi Tribun Manado, Jumat (21/02/2020).

Ia menyatakan, pada saat itu yang bersangkutan selaku incumbent Wali Kota Tomohon dan juga tokoh utama Partai Golkar Tomohon.

Menurut pengamat politik itu, selanjutnya Jimmy mengambil langkah proaktif dan antisipatif terkait masalah internal di DPP partai berlambang pohon beringin tersebut.

Maju Pilgub 2020, Steven Kandouw Datangi Sinode GMIM dan Minta Didoakan Pendeta

"Jimmy Eman yang waktu itu menggandeng Sherly A Sompotan, berhasil membuat sejarah memenangi Pilkada Kota Tomohon melalui jalur non usungan partai politik (parpol) atau jalur independen," papar Taufik.

Ia menjelaskan, salah satu keuntungan yang dimiliki Jimmy Eman adalah mempunyai jaringan politik yang kuat serta relatif banyak kader dan simpatisan Partai Golkar Tomohon yang setia.

"Oleh karenanya jaringan ini dapat difungsikan menyaingi jaringan struktur organisasi dari parpol-parpol yang menjadi lawan bertarungnya," terangnya.

Sementara itu, faktor utama kesulitan seorang figur maju dalam Pilkada selain rumitnya administrasi mempersiapkan dukungan dari calon pemilih adalah masalah jaringan dukungan yang wajib.

KPU Manado Cek Puluhan Ribu Syarat Dukungan Calon Independen, Wowor: Kita Menginap di Kantor

"Yaitu mengakar sampai ke lingkungan-lingkungan serta kelurahan ataupun desa sebagai instrumen dalam pertarungan di arena Pilkada," ungkapnya.

Lanjutnya, struktur jaringan organisasi yang kuat hanya dimiliki parpol yang selain memiliki struktur di tingkat provinsi.

Juga memiliki cabang-cabang di kabupaten kota bahkan ranting-ranting organisasi di kecamatan dan kelurahan maupun desa.

Syarat Dukungan Calon Perseorangan di Boltim, Kandidat Harus Kumpulkan 5.352 KTP-el

"Hal itu dapat memudahkan pergerakan serta penerapan strategi dalam Pilkada," ucap pengamat itu.

Di sisi lain, para figur yang ingin maju melalui parpol terbentur persaingan antar kader di internal parpol.

"Serta untuk mengalahkan kader internal atau menyaingi kekuatan kader internal maka para figur dari luar harus mempunyai sesuatu yang istimewa," ujar dia.

Kata Taufik Tumbelaka, sebagai posisi tawar dan kekuatan tawar (bargaining position and bargaining power) seperti popularitas yang tinggi serta kesiapan lain seperti kemampuan menutupi biaya politik dalam arti positif. (ang)

Pilgub Sulut Tanpa Calon Perseorangan, Pengamat Sebut Figur Sudah Ciut Duluan

Penulis: Dewangga Ardhiananta
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved