Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Olimpiade

Indonesia Siap Ajuhkan Diri Sebagai Tuan Rumah Olimpiade 2032, 2 Negara Ini Jadi Pesaing

IOC melakukan pendampingan langsung ke negara-negara yang berminat daripada memilih salah satu dari banyak kandidat.

Tayang:
Editor: Frandi Piring
Tribunnews
Kolase pebulu tangkis tunggal putra Alan Budikusuma (kiri) dan pemain tunggal putri Susy Susanti saat meraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Indonesia tengah mengajukan bidding sebagai tuan rumah Olimpiade 2032 menyusul kesuksesan sebagai tuan rumah Asian Games dan Asian Para Games 2018.

Komite Olimpiade Internasional (International Olympic Committee/IOC) menerapkan metode berbeda dalam pemilihan tuan rumah Olimpiade.

IOC melakukan pendampingan langsung ke negara-negara yang berminat daripada memilih salah satu dari banyak kandidat.

"Indonesia akan merasakan proses pendampingan Olimpiade kedua dari IOC. Proses pertama dilakukan pada Olimpiade Musim Dingin 2030," kata Presiden NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari ditemui BolaSport.com di Gedung NOC Indonesia, Senayan, Jakarta.

"Sistemnya tidak beauty contest. Misalnya ada tujuh negara yang ikut, enam kalah, 1 menang. Itu yang mereka hindari," ucap Okto (sapaan akrab Raja Sapta Oktohari).

Sebelum resmi melakukan bidding masih banyak pekerjaan lain yang harus dikerjakan.

Pasangan suami-istri atlet bulu tangkis Alan Budikusuma dan Susy Susanti
Pasangan suami-istri atlet bulu tangkis Alan Budikusuma dan Susy Susanti (kompas.com)

"Contohnya, negara kompetitor kita yang terbesar adalah Australia di Brisbane. Mereka sudah siap sampai ke visibility study dengan diantar langsung oleh pimpinan negaranya (perdana menteri) ke IOC. Itu menunjukkan keseriusan mereka," tutur Okto.

"Negara lain adalah unifikasi Korea yang cukup serius untuk ikut proses bidding Olimpiade 2032. Yang lain lagi kemungkinan India. Tetapi, dua negara sebelumnya yang saya sebut sudah pernah menjadi tuan rumah Olimpiade baik summer maupun winter."

India akan menjadi kompetitor Indonesia di wilayah Asia. Meski begitu, Okto masih percaya diri.

"Kalau kita bersaing dengan India seharusnya pengalaman dari Asian Games dan Asian Para Games, Presiden IOC Thomas Bach melihat keseriusan kita menjadi tuan rumah saat berkunjung kesini," ucap pria berusia 44 tahun tersebut.

"Dari situ saya pikir peluangnya cukup besar. Tetapi, peluang itu harus diikuti dengan keseriusan dari kita. Kami dari NOC berkomunikasi langsung dengan pemerintah supaya proses pra bidding ini bisa kami selesaikan," tutur Okto.

Lilyana Natsir
Lilyana Natsir ()

Oktohari menyatakan bahwa NOC Indonesia tidak mungkin membuat visibility study karena harus melibatkan banyak stake holder.

"Tidak mungkin kalau dari kami. Kami tidak sanggup. Harus ada lintas kementrian. Semuanya hanya bisa dilkukan oleh presiden karena presiden harus koordinasi dengan semua kementrian. Dengan kemenpora, kami sudah intensif dan kami masih menunggu."

"Mudah-mudahan pekan ini dapat kabar bisa dirataskan. China adalah negara pertama yang memberi dukungan kepada kami menjadi tuan rumah Olimpiade 2032," aku Oktohari.

"Saya berangkat ofisial untuk mengunjungi NOC China dan NOC pertama yang kami kunjungi sebelum virus Corona merebak.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved