Minggu, 19 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kesehatan Mental

Sering Dialami Setelah Kematian Orang Tercinta, Berikut Cara Mengatasi Rasa Sedih dan Depresi

Tak jarang orang mengalami sedih berkepanjangan atau bahkan depresi setelah ditinggal meninggal orang yang disayang.

Editor: Isvara Savitri
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hidup tidak hanya diisi dengan kesenangan dan hal-hal indah.

Ada pula momen sedih seperti kehilangan seseorang yang menguras emosi namun tetap harus kita hadapi.

Misalnya meninggalnya pasangan, anggota keluarga atau orang terdekat lainnya.

Kehilangan orang-orang tercinta bisa memicu kesedihan yang mendalam.

Bagi beberapa orang, kesedihan itu bisa memicu depresi.

Depresi berkepanjangan bisa membuat keseharian menjadi tidak produktif.

Meski terasa sulit untuk dihindarkan, namun ada beberapa pendekatan yang bisa diambil untuk membantu memulihkan diri.

Lalu, apa perbedaan sedih dan depresi?

Setiap orang memiliki reaksi kesedihan yang berbeda.

Beberapa orang menunjukkan gejala duka yang sama seperti depresi, seperti menarik diri dari sosial dan merasakan kesedihan yang amat mendalam.

Meski begitu, dari segi durasi, orang-orang yang mengalami depresi cenderung mengalaminya sepanjang waktu.

Sementara orang yang mengalami kesedihan biasanya memiliki gejala yang fluktuatif atau tiba-tiba datang dalam gelombang besar.

Dari segi penerimaan dukungan, orang-orang yang mengalami depresi seringkali mulai mengisolasi diri sementara orang-orang yang merasa sedih mungkin menghindari setting sosial, namun seringkali menerima dukungan dari orang-orang tercinta.

Sementara dari kemampuan fungsi, seseorang yang merasa sedih mungkin masih bisa pergi kerja atau sekolah.

Mereka berpikir partisipasi dalam aktivitas tersebut mungkin akan membantu menenangkan pikiran mereka.

Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved