Berkaca dari Meninggalnya Ashraf Sinclair, Mengapa Serangan Jantung Sering Terjadi Saat Pagi Hari?
Jika aliran darah tidak pulih dengan cepat, bagian otot jantung mulai mati. Namun, mengapa banyak serangan jantung yang terjadi di pagi hari?
Penurunan kadar dari sel-sel ini menyebabkan tekanan pada saat pemeliharaan endotel.
Mengutip Britannica, kondisi tersebutlah yang disebut oleh para ilmuwan dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung saat bangun tidur di pagi hari.
Penjelasan yang serupa juga disebutkan dalam sebuah penelitan yang diterbitkan di jurnal Nature.
Penelitian dalam jurnal tersebut mengidentifikasi hubungan antara irama sirkadian dengan peningkatan risiko serangan jantung di pagi hari.
Ciri-ciri
Biasanya, orang yang mengalami serangan jantung akan merasakan rasa sakit hebat di dada.
Seringkali rasa sakit ini menyebar ke lengan, leher, hingga punggung.
Rasa sakitnya disebut mirip dengan angina pektoris atau nyeri dada akibat penyakit jantung koroner, tetapi dengan durasi yang lebih lama.
Gejala umum lain yang biasanya dialami adalah sesak napas, berkeringat, mual, detak jantung yang cepat, dan seringkali disertai dengan satu atau lebih aritmia (detak jantung tidak teratur), dan penurunan tekanan darah.
Intensitas gejala tersebut bergantung pada ukuran otot yang terkena serangan jantung.
Sebagian kecil orang tidak mengalami rasa sakit saat terkena serangan jantung.
Kasus ini dapat didiagnosis dari pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) rutin.
Lebih serius
Berdasarkan hasil penelitian dari jurnal Heart yang mempelajari lebih dari 800 pasien serangan jantung di Spanyol, serangan jantung yang terjadi di pagi hari cenderung lebih buruk daripada mereka yang mengalami serangan jantung pada siang dan malam.
Mereka menemukan bahwa 21 persen kematian pada kasus yang mereka kumpulkan terjadi pada pagi hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/alasan-penyakit-jantung-sebabkan-banyak-kematian-di-usia-muda.jpg)