Breaking News
Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tetty Cagub Tunggal Golkar: DPP Minta Kader Sosialisasi Figur CEP

Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Utara Christiany Eugenia Paruntu (CEP) menyerukan kepada seluruh kader dan simpatisan memenangkan

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUN MANADO/ANDREW PATTYMAHU
Ketua DPD Partai Golkar Sulut Tetty Paruntu (3 dari kanan) bersama pengurus DPP dan DPD foto bersama di sela Musda Golkar Sulut di Manado, Sabtu (15/2/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Utara Christiany Eugenia Paruntu (CEP) menyerukan kepada seluruh kader dan simpatisan memenangkan Pilkada Serentak 2020 di Bumi Nyiur Melambai. Ada 8 pilkada pada September 2020, mulai Pilgub Sulut, Pilkada Manado, Bitung, Minahasa Utara, Tomohon, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow Timur dan Bolaang Mongondow Selatan.

"Memimpin Golkar Sulut tentu bukanlah satu hal yang mudah. Karena itu, saya mengajak seluruh jajaran pengurus, kader dan simpatisan untuk sama-sama kita besarkan Golkar termasuk memenangkan seluruh pilkada di Sulut," kata Tetty, sapaan akrab CEP, dalam pidatonya usai terpilih kembali sebagai Ketua Golkar Sulut pada Musyawarah Daerah (Musda) ke X di Ballroom Hotel Four Points Seraton Manado, Sabtu (15/2/2020).

Prabowo Berkinerja Paling Baik: 70,1 Persen Puas Kinerja Jokowi

Yel-yel 'Tetty Tetty', sapaan Bupati Minahasa Selatan (Minsel) kompak diteriakan oleh semua peserta Musda Beringin Sulut. Semuanya sepakat Tetty diusung sebagai calon tunggal Gubernur Sulut periode 2021-2026.

Ketua Pimpinan Sidang Musda X Golkar Sulut, Mustafa M Radja dari unsur DPP mengatakan, selain mengusung Tetty, ada beberapa poin putusan dalam pelaksanaan kegiatan itu. "Musda X sepakat menetapkan Ibu Tetty terpilih secara aklamasi didukung oleh DPD II 15 kabupaten/kota, organisasi sayap, organisasi pendiri dan didirikan masa bakti 2020-2025," kata Wasekjen Utama DPP Golkar ini, Minggu (16/2/2020).

Kemudian dibentuk formatur untuk menyusun kelengkapan pengurus/komposisi personalia Golkar Sulut. Tetty sebagai Ketua Tim Formartur dan merangkap anggota. Kemudian ada unsur DPP menjadi sekretaris formatur.

Anggota formatur lainnya, yakni Piet Kuera dan Djelantik Mokodomoit dari Unsur DPD II, James Arthur Kojongian unsur atau mewakili ormas, organisasi sayap, organisasi pendiri dan didirikan. Rapat formatur sementara berlangsung dan diberikan batas waktu 15 hari setelah musda. "Pelantikan sesudah ada kelengkapan hasil musda," ujar Radja.

Poin musda juga menghasilkan keputusan menyerahkan kepada Ketua Umum Airlangga Hartarto supaya DPP Golkar melakukan langkah strategis terkait Golkar Sulut. Selanjutnya untuk membicarakan langkah ini di tingkat pusat begitu juga di tingkat kabupaten/kota.

Pimpinan dan anggota fraksi wajib mensosialisasikan figur Tetty sebagai bakal calon gubernur dari Golkar melalu media cetak, elektronik dan online, spanduk/baliho, media sosial, kalender dan lain-lain. "Meminta kepada semua kader yang ada di Sulut untuk tetap solid menjaga kekompakan untuk bersama-sama memenankan Pilgub Sulut dan pilkada di kabupaten/kota," ujarnya.

Kebocoran Radiokatif di Tangsel Tak Separah Chernobyl

Mendukung sepenuhnya keputusan Munas X DPP Golkar Tahun 2019 di Jakarta dengan Airlangga Hartarto sebagai Ketum dan Lodewijk Paulus sebagai Sekjen.

Dalam musda tersebut Radja didampingi oleh Inggrid Sondakh sebagai Sekretaris Sidang dari unsur DPD Golkar Sulut. Jabes Gaghana, Priscilla Wurangian dari DPD II Golkar Sulut dan Lina Pusung dari unsur Ormas Golkar.

Sekretaris Sterring Committe Elly Luntungan yang didampingi Sekretaris Organizing Committe Vian Walintukan menambahkan, dalam musda itu dihadiri oleh para bakal calon kepala daerah dari Golkar.

Di antaranya Jimmy Eman dan Djelantik Mokodompit sebagai bakal calon wakil gubernur. Kota Manado hadir Jimmy Rimba Rogi, Harley Mangindaan, Ulyas Taha, Nova Sumolang dan Yongkie Limen.

Kota Tomohon, Jilly Gabriela Eman, Nita Wenur, Syerly Sompotan dan Arther Wuwung. Kota Bitung untuk bakal calon wakil wali kota hadir Priscilla Cindy Wurangian. Minahasa Utara, ada Denny Wowiling dan Denny Sompie sebagai bakal calon wakil bupati dan Joppy Lengkong bakal calon bupati.

"Boltim hadir Feryando Lamaluta dan Sumardia Modoeng sebagai bakal calon bupati. Dan Kabupaten Minsel hadir Michaela Elsiana Paruntu sebagai bakal calon bupati dan kemudian Ventje Tuela, Franky Pasla dan Roby Sangkoy sebagai bakal calon wakil bupati," kata Luntungan.

Tony Hendrik Lasut (THL) yang memimpin Musda Golkar tersebut mengatakan, terpilihnya CEP berdasarkan aklamasi. "Selamat kepada Ibu Tetty Paruntu yang kembali terpilih secara aklamasi setelah 15 DPD kabupaten dan kota se-Sulut bersama seluruh organisasi, secara bulat menyampaikan satu suara yakni kembali memberikan mandat dan dukungan kepada CEP untuk menahkodai Partai Golkar Sulut," beber THL, Minggu kemarin.

Kembali Pimpin Golkar Sulut, Tetty Paruntu Semringah Terpilih Aklamasi
Kembali Pimpin Golkar Sulut, Tetty Paruntu Semringah Terpilih Aklamasi (TRIBUN MANADO/FERNANDO LUMOWA)

Lasut menyampaikan selamat bertugas kepad CEP dan terus menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diberikan guna membesarkan partai untuk merebut kembali kejayaan Golkar di Sulut.

Kata dia, Golkar harus menang sebagai pengusung maupun sebagai pendukung pada pilkada. "Golkar telah berkomitmen dalam pilkada ini, bahwa calon kepala daerah harus mempunyai kontribusi dalam membesarkan partai. Harus mempunyai integritas dan kredibilitas sebagai contoh masyarakat. Kemudian bisa berjalan sesuai mekanisme partai. Untuk itu diingatkan dan yang paling penting yakni Golkar memang tanpa mahar," ujarnya.

Direktur Forum Demokrasi Lentera, Boy Paparang, menanggapi hasil Musda Golkar Sulut yang menetapkan CEP sebagai Ketua Golkar Sulut. "Seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa partai apapun harus solid dalam menghadapi Pilkada Serentak kali ini," katanya, Minggu (16/2/2020).

NAP-JG-SR-SS Menguat: Perang Segi Empat di Minut

Kata Boy, tidak terkecuali Golkar harus solid menghadapi pilkada tahun ini. "Hasil Musda kali ini saya rasa menjadi indikator terhadap kesolidan partai," ujarnya. Lanjut pengamat politik ini, akan tetapi tidak boleh terlarut dalam euforia hasil musda ini. "Harus segera konsolidasikan hingga ke tingkatan ranting (desa)," ujarnya.

Menurut Boy, status Tetty sebagai Ketua DPD Golkar bisa saja memberikan keuntungan bagi calon bupati atau wali kota dari Partai Golkar. "Jika dikatakan kesolidan partai cuma keuntungan Tetty, saya kira tidak demikian," ungkapnya.

Kata dia, pasti akan menguntungkan juga bagi calon bupati atau wali kota tetapi tergantung strategi yang dimainkan oleh partai berlambang pohon beringin itu. (dru/ang/ano)

Ferry Liando
Ferry Liando (Tribun manado / Rian Sekeon)

Tantangan Konsolidasi Kader Golkar

Ferry Liando, 
Pengamat Politik Sulut dari Unsrat menilai Christiany Eugenia Paruntu (CEP) kembali terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar melalui Musda Golkar Sulut, Sabtu (15/2/2020). Meski begitu, posisi Tetty, sapaan CEP, belum mulus dalam mengikuti kompetisi Pemilihan Gubernur Sulut 2020.

Hasil Pemilu 2019, perolehan suara Golkar tidak memberikan hasil signifikan. Pencapaian ini akhirnya tidak memuluskan langkah Tetty. Sebab Golkar hanya memperoleh 7 kursi di DPRD Sulut.

Padahal pada Pasal 40 ayat (1) UU Pilkada menyebutkan, partai politik atau gabungan partai politik (parpol) dapat mendaftarkan pasangan calon jika telah memenuhi persyaratan perolehan paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPRD.

Atau sebesar 25 persen dari akumulasi perolehan suara sah dalam pemilihan umum anggota DPRD di daerah yang bersangkutan. Jika mengikuti ketentuan itu maka 20 persen dari 45 kursi adalah harus mencapai minimal 9 kursi.

Tetty dapat saja mencalonkan diri apabila Golkar bisa memperoleh dukungan parpol lain di DPRD yang memiliki minimal 2 kursi. Jika digabung maka bisa mencapai 9 kursi tetapi jika tidak ada satupun parpol yang bersedia bergabung dengan Golkar maka peluang Tetty tertutup.

Kedua, jumlah kepala daerah yang merupakan kader Golkar sangatkah sedikit. Padahal kekuatan calon gubernur sangat besar dipengaruhi oleh kekuatan bupati dan wali kota. Sebab pengaruh bupati dan wali kota dalam memobilisasi pemilih sangatlah kuat.

Jadi semakin banyak bupati atau wali kota mendukung calon gubernur maka peluang calon itu makin kuat.

Ketiga, pasca-Musda Golkar Sulut yang baru saja usai menjadi tantangan bagi Tetty apakah mampu mengkonsolidasikan kembali kekuatan Golkar atau tidak. Munculnya friksi pada saat Musda harus dapat disertakan kembali.
Terutama kepada sejumlah elite Golkar yang sempat mengajukan dukungan pada Jemmy Eman saat Musda.

Namun, Tetty adalah salah satu politisi yang memiliki banyak pengalaman. Dia paling tahu bagaimana menyelamatkan diri dari rintangan yang kemungkinan akan mengganggunya dalam proses pencalonan. Jika saja akhirnya Tetty lolos dalam pencalonan maka akan menjadi ancaman bagi siapapun. (ang/dru/ano)

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved