Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Manado

Kisah Nelayan Tradisional di Sindulang, Musim Pancaroba Pendapatan Menurun

Andreas Laikun (54), nelayan tradisional mengaku hasil pencarian ikan sekarang menurun drastis. Penyebanya karena musim pancaroba

Penulis: Fistel Mukuan | Editor: David_Kusuma
Tribun Manado / Fistel Mukuan
Andreas Laikun, Nelayan Tradisional 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Andreas Laikun (54), nelayan tradisional mengaku hasil pencarian ikan sekarang menurun drastis. Penyebanya karena musim pancaroba.

Andreas merupawakan nelayan dari Sindulang Satu, Tuminting, Manado, Sulawesi Utara.

"Tidak terlalu bergelombang, hanya saja ikannya tidak ada sangat kurang, karena angin Utara dan Timur jadi ikannya turun ke dasar laut," kata Andreas saat ditemui Senin (17/2/2020).

Ia sering mencari ikan cakalang bisa siang atau malam hari tapi, dari Januari ikannya berkurang sehingga sekarang yang dapat hanya sedikit yang dibawa ke rumahnya.

Kesaksian John Kei Usai Bebas dari Penjara, Ternyata Pernah Ikut Tes TNI Akademi Angkatan Laut

"Ikannya kalau mendapat banyak dijual di Pasar Bersehati, Karombasan, tapi kalau tidak banyak biasa saja hanya dijual di kampung sekitaran sini," tambahnya.

Ia katakan, memang untuk harga sekarang naik karena sedikit yang ditemukan oleh nelayan.

Ia mengaku sejak masih sekolah SMP sudah terjun sebagai nelayan.

"Kalau ikannya kurang tidak ada kerja sampingan lain, jadi untuk memenuhi kebutuhan sehari hari ada simpanan sedikit untuk menyambung hidup tapi kalau memang sudah habis simpanan bisa pinjam ke teman lain," ucapnya.

Uang yang dipinjamnya, nanti diganti kalau sudah musim banyak ikan dan penghasilan banyak baru diganti.

Hadiri Tabliq Akbar, Wakapolres Boltim Ajak Masyarakat Modayag Jaga Kamtibmas

"Memang dari bulan Januari sudah mulai cuaca anginnya kencang sampai bulan Maret," ungkapnya.

Setiap ia mencari ikan, kalau memang banyak yang dapat hanya diborong sekali oleh pembeli.

Baginya penghasilan nelayan itu tidak menentu dan tidak bisa dipastikan berapa per hari karena biasanya banyak dan sedikit ikan yang didapat tergantung keberuntungan.

Hasil rata-rata bagi Andreas kalau memang banyak ikan sampai tiga ember berukuran dua puluh liter air penuh yang ia dapatkan.

Beredar Foto Jadul Syahrini dan Luna Maya Saat Sedang Bersama, Keduanya Lakukan Hal Ini

"Sekarang karena susah ikan hanya setengah ember, dan tadi pagi saya dapat hanya empat ekor," ungkapnya.

Ia juga mengaku kalau ikan tude perember sampai kurang lebih seratus ekor, tapi kalau cekalang sedang hanya sekitar lima puluh ekor sedangkan cakalang besar hanya empat atau lima ekor.

Dari harga ikan yang ia dapatkan biasanya kalau ikan banyak bermain di harga Rp 110.000 dan sekarang karena ikannya sedikit sampai Rp 200.000 per ember.

"Cuaca sekarang pancaroba, jadi karena di permukaan laut sebagian besar ikan ke bawah atau mendekati dasar laut," tutupnya.(fis)

FAKTA BARU, Kasus Ayah Bunuh Anak Kandung di Sulut, Korban Sempat Teriak: Adoh Papa, Kita Ini

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved