Sejarah Valentine
Kisah-kisah di Balik Hari Valentine yang Tak Melulu Tentang Cinta
Hari valentine yang jatuh pada 14 Februari disebut-sebut sebagai hari penuh cinta. Psangan romantis akan saling menghujani dengan hadiah dan apresiasi
Setelah berdoa semalaman, Valentine berhasil menyembuhkan anak tersebut dan keluarganya akhirnya masuk agama Kristen.
Tak lama kemudian, Valentine ditangkap. Setelah menolak menganut paganisme oleh Kekaisaran Romawi, ia dipenggal.
Berkembang lewat syair
Hari Valentine sendiri tidak dikaitkan dengan sesuatu yang romantis hingga ribuan tahun selanjutnya.
Jack B. Oruch, profesor di University of Kansas, menyatakan bahwa penyair Geoffrey Chaucer merupakan orang pertama yang menghubungkan Hari Valentine dengan romansa melalui puisinya yang berjudul The Parlement of Foules.
Menurut Oruch, Chaucer mungkin menghubungkan Hari Valentine dengan hal romantis karena Februari merupakan waktu di mana burung-burung Eropa mulai kawin.
Selanjutnya, penyair-penyair lain, seperti Shakespeare, mulai mengikuti langkah Chaucer dan membantu menciptakan konotasi romantis pada Hari Valentine seperti yang kita lihat hingga saat ini.
• 2 Pemberontakan Kaum Republik di Hari Valentine: Merah Putih di Manado dan PETA di Blitar
Artikel ini telah tayang di NATIONAL GEOGRAPHIC dengan judul Tak Selalu Tentang Cinta, Berikut Kisah-kisah di Balik Hari Valentine
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/valentine-3455.jpg)