Breaking News:

Penjualan Kelelawar Menurun di Manado

Virus Corona di Cina Jadi Penyebab Harga Jual Daging Kelelawar Menurun di Tomohon

Pedagang rela menurunkan harga kelelawar yang sebelumnya dijual Rp 60 ribu per ekor menjadi Rp 30 ribu per ekor dengan ukuran besar.

Penulis: Andreas Ruauw
Editor: David_Kusuma
Tribun manado / Andreas Ruaw
Kelelawar di Pasar Ekstrem Tomohon 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Beredarnya informasi soal penyebaran 2019-nCoV atau yang lebih dikenal dengan nama Virus Corona atau Covid-19, menjadi momok bagi warga dunia. Apalagi virus ini bersifat airborne atau menyebar lewat udara.

Berbagai kasus terkait Virus Corona yang sudah mengglobal, tentu akan membuat masyarakat lebih waspada. Hal ini juga tidak luput dari masyarakat Indonesia.

Termasuk daerah Sulawesi Utara yang terkenal dengan kuliner ekstremnya yang beragam, justru membuat masyarakatnya lebih hati-hati mengonsumsi makanan apalagi menu kuliner paniki atau kelelawar.

Ini Harga Jual Paniki dari Rp 25.000 hingga Rp 40.000, Virus Corona Berdampak Terhadap Penjualan

Seperti diketahui bahwa Virus 2019-nCoV ini penyebarannya salah satunya bermula dari kegemaran masyarakat Cina yang mengkonsumsi sup kelelawar.

Sehingga hal itu menjadi perantara virus corona menyerang manusia.

Hal tersebut tentu sangat merugikan masyarakat Sulawesi Utara terutama penjual daging kelelawar, yang di antaranya berdagang di Pasar Beriman Tomohon, Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

Terpantau, Kamis (13/2/2020) di area daging ekstrem nampak tidak terlalu banyak pembeli, selain karena tidak ada perayaan, ditambah juga dengan isu corona yang menyebar di masyarakat.

Istri Dipaksa Ngamar dengan 4 Pria Lalu Direkam Demi Bayar Utang Rp 100 Ribu

Salah satu pedagang bernama Maikel Andris (43) mengaku cukup dirugikan dengan adanya informasi ini, "Padahal yang menjadi lokasi penyebarannya hanya di Cina tapi dampaknya berasa sampai di sini," katanya.

Demi menarik minat pembeli, ia bahkan rela menurunkan harga kelelawar yang sebelumnya dijual Rp 60 ribu per ekor menjadi Rp 30 ribu per ekor dengan ukuran besar.

"Tentu sangat merugikan, pasalnya omset saya ikut turun dari yang rata-rata Rp 1,5 juta per hari, kini menjadi Rp 700 ribu per hari dan masih berlangsung seperti itu," tandasnya.

Banggar DPR RI Sambangi KEK Bitung, Wagub Steven Kandouw Sebut 35 Investor Siap Investasi

Maikel mengaku mendapat pasokan kelelawar dari Kendari dan Makassar yang dibelinya seharga Rp 20 juta per satu ton yang bisa dijual hingga dua minggu.

"Kalau kondisi penjualan masih begini terpaksa saya akan mengurang suplai pasokan kelelawar," katanya.

Ia pun berharap agar harga penjualan paniki bisa cepat pulih, supaya para pedagang tidam terus-terusan merugi.
Walaupun sudah diberitakan klarifikasi dari Pemerintah setempat bahwa kelelawar di Tomohon bebas dari virus korona namun kondisi penjualan masih tetap menurun.

Gubernur Olly Letakan Batu Manado Marina Bay, Sulut Bakal Punya Pelabuhan Pariwisata Internasional

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved