Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Virus Corona

HARUS Pakai Popok, Begini Cerita Tentang Dokter di Wuhan China Yang Merawat Pasien Virus Corona

Mereka mendapatkan tantangan yang sangat serius: kelelahan hingga ancaman penularan. Jika sudah tertular, kematian mengintai.

Xinhua via SCMP
Tim medis memberikan kode kepada salah satu pasien virus corona. Dokter di Wuhan mengisahkan bagaimana suka duka mereka dalam merawat pasien yang positif terkena virus. 

Kematiannya menimbulkan gelombang kemarahan dan protes dari publik seantero China, di mana 10 akademisi mengirim surat terbuka menuntut reformasi politik dan kebebasan berpendapat.

Defisit masker

Otoritas di Wuhan pada Jumat menyatakan, kota mengalami kekurangan kebutuhan harian penting seperti 56.000 masker N95, dan 41.000 pakaian pelindung.

Pejabat Komisi Kesehatan China Jiao Yahui berujar, tim medis diharuskan mengenakan popok, mengurangi konsumsi air, hingga ke kamar mandi.

Sumber internal itu menerangkan, defisit tersebut membuat kebanyakan tim medis mengenakan pakaian pelindung antara enam hingga sembilan jam.

Padahal idealnya, baju anti-material berbahaya (hazmat) tersebut maksimal dikenakan selama empat jam selama di area infeksi.

"Tentu kami tidak menganjurkan cara demikian. Namun faktanya, kami tidak mempunyai alternatif lain," ujarnya pada pekan lalu.

Pemerintah pusat sudah merespons tuntutan tersebut dengan meminta dan mengerahkan pada produsen seantero Negeri "Panda" untuk memproduksi baju pelindung.

Pejabat lembaga perencana ekonomi Cong Liang mengatakan, sekitar tiga per empat produsen sudah kembali bekerja pada Senin (10/2/2020) setelah libur Tahun Baru Imlek usai.

Selain itu, Beijing juga mengimpor lebih dari 300 juta masker dan sekitar 3,9 juta lembar bahan pembuat baju pelindung sejak 24 Januari.

Palang Merah China juga 900 juta yuan, sekitar Rp 1,7 triliun, sebagai dana pengendalian wabah. Namun, terdapat kritik terkait kurangnya transparansi.

"Meski kami terus menerima masker, jumlah pasien yang datang terus bertambah, papar dokter sebuah rumah sakit utama di Wuhan.

Dia mengatakan setiap hari, seorang dokter atau perawat setidaknya menggunakan 2-4 masker, dengan konsumsinya terus bertambah.

Xu Yuan, warga AS berusia 34 tahun mendapat cerita bahwa temannya harus mengenakan pakaian pelindung tak memadai saat bertugas.

"Begitu dia memakainya, terdengar bunyi 'krak' karena ukurannya terlalu kecil," jelas Xu yang menyumbang 5.000 dollar AS, atau Rp 68,3 juta.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved