Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Australia Berterima Kasih ke Jokowi: Sudah Bantu Pemadaman Kebakaran Hutan

Pemerintah Australia mengucapkan terima kasih atas bantuan pemadaman kebakaran hutan yang dikirimkan Indonesia.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TWITTER @JOKOWI
Presiden Jokowi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah Australia mengucapkan terima kasih atas bantuan pemadaman kebakaran hutan yang dikirimkan Indonesia. Hal itu disampaikan Gubernur Jenderal Australia David Hurley kepada Presiden Joko Widodo dalam lawatannya ke Negeri Kangguru, tepatnya pada jamuan santap siang yang turut dihadiri oleh Perdana Menteri Australia Scott Morrison. Mulanya, Jokowi menyebutkan, kunjungannya kali ini ia lakukan saat Australia sedang menghadapi tantangan kebakaran hutan yang cukup masif.

Korban Bom Samarinda Merasa Tersakiti: WNI Eks ISIS Akan Dipulangkan

"Justru di saat seperti inilah pentingnya seorang teman untuk bertandang. Saling menguatkan di waktu sulit dan saling menguatkan untuk berkontribusi pada dunia," kata Jokowi seperti dikutip dari siaran pers remsi Istana Kepresidenan.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jenderal David Hurley menyampaikan apresiasi atas kontribusi Indonesia dalam penanganan kebakaran hutan yang melanda Australia. "Kita sangat berterima kasih untuk bantuan Indonesia dalam menghadapi kebakaran hutan di Australia dengan pengiriman lebih dari 30 insinyur angkatan bersenjata untuk berkontribusi pada Operation Bushfire Assist (Operasi Penanganan Kebakaran Hutan)," kata Hurley.

"Pada saat kita memerlukan, negara Anda membantu negara kami, itulah tanda bagi sebuah persahabatan yang sejati," tutur dia. Presiden Jokowi pun menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus menjaga hubungan baik dengan negara-negara tetangganya, termasuk Australia.

Jokowi berharap kedua negara dapat terus bekerja sama dengan saling menguntungkan di berbagai bidang. "Hubungan ekonomi akan terus kita perkuat melalui implementasi IA-CEPA.

Hubungan antarmasyarakat akan terus kita perkuat melalui kerjasama pendidikan," tuturnya. Kehadiran Presiden Jokowi di Australia kali ini juga bertepatan dengan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Australia.

Kepala Negara juga menyebut bahwa kunjungan ini dilakukan di tengah situasi dunia yang tidak menentu. "Kunjungan ini, saya lakukan pada saat situasi dunia sedang tidak menentu dan dipenuhi berbagai macam tantangan termasuk merebaknya virus korona akhir-akhir ini," kata Jokowi.

Jadi Ojol Untuk Bertahan Hidup, Semenjak Kepergian Deddy Dores, Begini Nasib Calvin Dores

Seperti diketahui Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Sabtu (1/2) pagi, memberangkatkan Satuan Tugas (Satgas) Garuda RI untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Australia. Satgas Garuda RI itu sendiri diketahui berisi 44 orang yang berasal dari berbagai latar belakang instansi yang berbeda.

Sebanyak 44 orang itu terdiri dari 41 personel TNI, dua orang berasal dari Kementerian Luar Negeri dan seorang dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sebanyak 41 personel TNI itu juga berasal dari satuan berbeda-beda. Sebanyak tiga personel TNI AD dan seorang dari TNI AU bertugas sebagai Tim LO.

Kemudian 36 personel sisanya terdiri dari 26 personel dari Menzikon TNI AD, enam personel dari Bataliyon Maritim TNI AL, empat personel dari Disfaksonau TNI AU dan dua orang lainnya dari Tim Kesehatan TNI AD.

Satgas Garuda RI bertugas membantu rural fire service atau layanan pemadaman kebakaran pada lapis kedua. Lalu, membuka dan membersihkan akses ke pemukiman warga dan jalur-jalur lainnya dengan wilayah operasi radius yang aman berkisar 5-10 kilometer di Distrik Eden, NSW. 

Ibu Kota Baru

Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi menjelaskan dalam kunjungan tersebut satu diantaranya Presiden Jokowi akan membicarakan mengenai Ibu Kota baru. Diterangkan Menlu, Canberra termasuk ibu kota yang relatif baru. Sehingga di momen tersebut Presiden akan berdiskusi tentang pembangunan ibu kota baru dengan pemerintah Australia.

"Presiden akan mengunjungi Mount Ainslie dimana kita dapat melihat Canberra dari atas. Karena Canberra ini termasuk ibukota yang relatif baru. Jadi presiden akan berdiskusi mengenai pembangunan ibu kota baru," ujar Menlu.

Ternyata ini Jurusan Para Miliarder Dunia Saat Kuliah, Di Indonesia Juga ada Jurusan yang Sama

Diberitakan, Canberra dipilih menjadi Ibukota Australia pada tahun 1908, dan mulai dibangun pada tahun 1913. Canberra dipilih sebagai lokasi ibu kota negara Australia untuk menengahi persaingan antara Sydney dan Melbourne, yang menjadi dua kota besar di Australia.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved