Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Bitung

Prosesi Goan Siao Klenteng Seng Bo Kiong, Atraksi Tangsin Membuat Warga Terkesima

Empat orang Tangsin, dua dari Klenteng Seng Bo Kiong (SBK) Bitung dan dua Tangsin Tamu melakukan aksi ekstrem pada proses Goan Siau

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
Kolase / Tribun manado / Christian Wayongkere
Atraski Tangsin di Bitung membuat Warga Kaget dan Terkesima 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Empat orang Tangsin, dua dari Klenteng Seng Bo Kiong (SBK) Bitung dan dua Tangsin Tamu melakukan aksi ekstrem pada proses Goan Siau atau Cap Go Meh tahun Imlek 2571.

Di atas kio atau usungan, mereka melakukan gerekan berbahaya seperti menusuk pipi menembus sisi kiri dan kanan pakai kawat, mengiris dan menusuk lidah pakai pedang dan tumbak hingga menyayat bahu bagian belakang.

Aksi ini membuat puluhan ribu pasang mata yang menontok sejenak menarik nafas, kagum hingga takjub.

"Iiiiihhhh... dia iris depe lida pake pedang," koar sejumlah masyarakat yang menontong dari bawah pohon.

Sepanjang rute yang dilalui, mulai dari Klenteng SBK Bitung, melintas jalan AA Maramis depan SMKN 1 Bitung, turun ke jalan RE Martadinata depan kantor DPRD Bitung, belok di jalam Sam Ratulangi depan kantor Wali Kota Bitung.

Pembunuhan di Desa Batu Woka, Korban Tewas Dua Tusukan, Ini Kronologi Kejadian

Lurus ke arah depan TK Nissi dan GMIM Krisuts Bitung, belok ke kompleks rumah payung Kelurahan Kadoodan sampai ke persimpangan depan rumah Dinas Wali Kota Bitung di jalan 46/SH Sarundajang lalu masuk finish di klenteng SBK.

Masyarakat tak sedetikpun memalingkan tatapan dan pandangan mereka ke atraksi para Tangsin di atas kio atau ketika berjalan dan di kawal oleh pemuda altar Klenteng.

Tak hanya itu, bau dupa yang menyengat menjadi ciri khas keberadaan Tangsin yang beraksi.

Adapula ritual dari seorang umat Klenteng melakukan lemparan beras ke udara, tiga bendera dengan bambu panjang, bendera warna kuning, merah dan hitam dengan arti yang berbeda.

Iqbaal Ramadhan Dikawal 6 Anggota TNI saat Naik KRL, Ternyata Ayahnya Orang Penting

Ada lima kio atau usungan dari klenteng SBK Bitung dan dua Kio tamu dari Pineleng dalam prosesi Goan Siau atau Cap Go Meh.

Kio yang pertama Kio Yang Suci Tiong Tan Lie Goan Swe atau Lo Cia, Kio Yang Suci Hian Thian Sian Te, Kio Yang Suci Kwan Seng Te Kun, Kio Yang Suci Kong Tek Cun Ong atau raja agung pemberi kebijakan dan Kio Yang Suci Hok Tek Cing Sin serta Cio Yang Suci Thiam Siang Seng Bo atau Ma Cho.

Diva Rumbay satu di antara penonton dari Tondano Kabupaten Minahasa dibuat kagum dengan aksi para Tangsin yang di tonton langsung dari jarak yang cukup dekat.

Diva yang datang dengan dua temannya serta Maminya, menggunakan lipstik yang membuat binirnya memerah, berambut pirang dan memakai lin atau pita di kepala hingga celana pendek menonton di depan Kantor DPRD Bitung.

Cewek Manado - Marchya Sumolang, Terpesona Potensi Pariwisata di Sulut

"Di kampung-kampung atau daerah saya tidak ada seperti ini, baru sekarang nonton yang begini. Sempat kaget melihat pipihnya ditusuk dan bahu belakang di pukul pakai pedang hingga luka," ucap Diva yang memakai kawat Gigi.

Berpenampilan menarik dan enak di pandang, Diva datang bersama dengan rombongan dari Tondano, sudah ada di lokasi atau rute yang akan dilalui proses Cap Go Meh sejak pukul 14.00 wita, sementara arak-arakkan baru keluar sekitar pukul 16.35 wita.

Kata Diva apa yang dia tonton sungguh menghibur sekali sampai-sampai tak habis pikir dengan apa yang dilakukan para Tangsin.

Gus Halim Buka Sekolah Legislator PKB di Manado, Sentil Peran NU demi Keutuhan Bangsa

"Dua Tangsin Klenteng SBK Bitung Febry Nangoy sebagai Tangsin utama dan Christian Tilaar alias Andi, ditunjang dengan Tangsin Tamu Adry Pandy dan Raymond Sumampouw dari Pineleng," jelas Rohaniawan Klenteng SBK Pdt Rolly Ciwulusan.

Prosesi Goan Siau atau Cap Go Meh di Bitung terlaksana dengan baik dan sambutan yang positif dari masyarakat Bitung sekitarnya, pemerintah kota dan muspida TNI-Polri bersama sukseskan upacara suci keagamaan umat Tridharma Klenteng Seng Bo Kiong.

Pihaknya memohon maaf sekiranya dalam prosesi yang berlangsung Sabtu kemarin ada kekurangan, karena tiada gading yang tidak retak.

Ko Awo begitu sapaannya mewakili pengurus klenteng, panitia dan umat mengucapkan terima kasih kepada Wali kota Bitung Max J Lomban, Wakil Wali Kota Maurits Mantiri dan Dinas Pariwisata Kota Bitung.

"Kami berharap dengan suksesnya pelaksanaan upacara ritual Goan Siau, Tuhan akan berkahi kota Bitung peroleh sandang, pangan dan kelimpahan agar Hok (keberuntungan), Lok (wibawah hidup) dan Siu (panjang umur murah rejeki)," tandasnya.(crz)

Sekitar Rp 9 Miliar Dana Bagi Hasil Belum Tersalur, Bupati ROR Datangi Kementerian Keuangan

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved