Selasa, 21 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Masyarakat Harus Lebih Waspada, Beredar Info Bakso Daging Tikus, ini Penyakit yang Ditimbulkannya

Masyarakat Harus was-was ketika membeli makanan,beredar kabar tentang bakso yang berbahan daging tikus

Editor: Reporter Online
Hellosehat
Ilustrasi: Hati-hati dengan Bakso Daging Tikus, Berikut Sederet Penyakit Mengerikan yang Bisa Ditimbulkannya 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Masyarakat Harus was-was ketika membeli makanan, beredar kabar tentang bakso yang berbahan daging tikus 

Contohnya saja baru-baru ini beredar video yang viral.

Di lihat dari video tersebut menggambarkan jelas bahwa itu memang sangat mirip dengan kaki tikus

Bahkan, video viral tersebut harus berbuntut panjang karena polisi kemudian turun tangan untuk menyelidiki apakah hal tersebut benar adanya.

Meski pada akhirnya telah terbukti kalau bakso yang dijual itu bukan daging tikus, masyarakat tetap harus waspada.

Hal ini lantaran daging tikus bisa menyebabkan sederet penyakit mengerikan.

Selain melalui dagingnya, penyakit-penyakit tikus ini juga bisa menular melalui gigitan maupun kotorannya.

Melansir dari laman Hellosehat, berikut sederet penyakit mengerikan yang disebabkan oleh tikus.

1. Hantavirus

Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) pertama kali ditemukan pada tahun 1993.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Penyakit ini disebarkan oleh jenis tikus rusa, tikus berkaki putih, tikus padi, dan tikus kapas.

Tak hanya ketika memakan dagingnya, penyakit ini bahkan bisa menular ketika Anda menghirup partikel dari urin, kotoran, atau air liur tikus yang ada di udara.

Anda juga bisa terinfeksi jika menyentuh atau memakan sesuatu yang bersentuhan dengan sesuatu yang pernah terkena tikus.

Bila Anda digigit tikus itu juga bisa menjadi salah satu cara penularan virusnya, meskipun kasus digigit tikus jarang terjadi.

Gejala awal HPS sangat mirip dengan gejala flu. Ini bisa termasuk demam, sakit kepala, muntah, diare atau sakit perut.

Sekitar 4 hingga 10 hari kemudian, orang yang terkena mungkin juga mengalami batuk, sesak napas, dan penumpukan cairan di paru-paru.

2. Hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS)

Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved