Kabasaran Kawal Aksi 8 Tangsin: GSVL Ajak Warga ke Festival Cap Go Meh

Prosesi goan siau atau cap go meh hentak Kota Manado dan Bitung, Sabtu hari ini. Di Manado sebanyak 8 tangsin dari 6 klenteng

Kabasaran Kawal Aksi 8 Tangsin: GSVL Ajak Warga ke Festival Cap Go Meh
Istimewa
Wali Kota Manado GSVL dan Wawali Mor Bastian Sukses Antar Manado Mendunia 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Prosesi goan siau untuk meramaikan cap go meh di Kota Manado dan Bitung, Sabtu hari ini. Di Manado sebanyak 8 tangsin dari 6 klenteng bakal tampil. Seperti tahun sebelumnya, pelaksanaan cap go meh juga menampilkan adat Minahasa seperti tarian Kabasaran dan Musik Bambu. Kabasaran akan ‘mengawal’ tangsin, sementara Musik Bambu di belakang kio yang dinaiki tangsin. Ketua Panitia Ridwan Sanyoto mengatakan, parade terdiri dari barisan ritual dan nonritual.

Empat Jam KPK Garap Riezky Aprilia: Bantah Kenal Harun Masiku

"Barisan ritual terdiri dari kereta pikulan, pembawa panji 36 panglima langit, kuda lo cia, kio serta tangsin," katanya.
Sementara barisan nonritual menampilkan tarian Kabasaran, Musik Bambu serta parade tokoh agama. Dikatakannya, prosesi akan bermula dari depan Klenteng Wan Kong dan Ban Hin Kiong.

"Untuk rute tetap jalur kupu-kupu dimulai dari Jalan DI Panjaitan belok Jalan Sisingamangaraja, lewat Sasuit Tubun, Dr Soetomo, Walanda Maramis
kemudian masuk kembali ke DI Panjaitan serta finish di depan Klenteng Kwan Kong," kata dia.

Prosesi dimulai pukul 15.30 Wita. Ia menyatakan, persiapan sudah 80 persen. "Koordinasi sudah dilakukan dengan pemerintah dan aparat kepolisian, rencananya jalan di lokasi prosesi akan ditutup mulai pukul 13.00," ujar dia.

Ketua Perhimpunan Tempat Ibadah Tridharma se-Indonesia Komisariat

Wilayah Manado Jimmy Rumengan mengatakan, hanya 6 klenteng yang turun dari 10 klenteng di Manado. "Empat Klenteng yakni Ban Hin Kiong, Hian Thian Siang Tee, Li Cia Miao serta Klenteng Istana Agung tidak turun sesuai petunjuk dalam prosesi Poa Pwe," kata dia.

Ia membeber, 6 klenteng yang akan turun berasal dari Klenteng Kwan Kong, Tiong Tan Lie Goan Swee, Altar Agung, Kwan Seng Bio, Seng Kong Bio dan Hok Tek Ceng Sin.
Urutan prosesi dimulai dari Tiong Tan Lie Gian Swee disusul Hok Tek Ceng Sin, Seng Kong Bio, Thian Tan Kiong, Kwan Seng Bio dan terakhir Kwan Kong.

Dikatakannya, dalam goan siau kali ini, umat mendoakan kondisi bangsa dan negara. "Agar selalu damai dan tenteram," beber dia. Johan Rawung dari Klenteng Kwan Kong menyatakan, umat Tridharma di klenteng tersebut mempersiapkan fisik dan batin untuk prosesi.

DKP Survei Pasar Murah di Maelang

"Kami utamanya petugas sembahyang melaksanakan puasa cia cai yakni tidak makan makanan bernyawa dan membersihkan hati dan pikiran," kata dia.

Sabtu ini, akan disuguhkan dengan agenda pariwisata Festival Cap Go Meh, salah satu kegiatan yang sudah masuk Calender of Event Pemerintah Kota Manado. Bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin menyaksikan penampilan dalam Festival Cap Go Meh ini harus mengetahui rute-rute yang akan dilewati.

Panggung utama seperti biasanya berada di depan 2 klenteng besar, yakni Ban Hin Kiong dan Kwan Kong, di Kawasan Pecinan atau Kampung Cina, Kelurahan Calaca, Kecamatan Wenang. Tempat ini juga akan menjadi lokasi start dan finish dari arak-arakan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado Lenda Pelealu berharap masyarakat yang menyaksikan festival ini agar menjaga ketertiban dan keamanan, serta kebersihan. Kegiatan akan dimulai pukul 15.00 sampai selesai.

“Kami mengimbau warga nantinya yang akan menyaksikan Fesvital Cap Go Meh ini agar menjaga bersama ketertiban, keamanan dan kebersihan. Dan untuk pengguna jalan, kami mohon maaf jika terjadi kemacetan karena akan ada pengalihan jalur kendaraan selama kegiatan digelar,” ujar Kadis Lenda Pelealu, Jumat (7/2/2020).

Sebelumnya, Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut (GSVL) mengundang dan mengajak warga Kota Manado untuk ikut meramaikan dan menyukseskan Festival Cap Go Meh ini. “Akhir pekan nanti akan ada peracayaan Cap Go Meh, 8 Februari 2020. Masyarakat Kota Manado saya undang kita ramai-ramai menyaksikan kegiatan tersebut,” ujar Wali Kota GSVL.

Kapolres Minut Rombak Jabatan Pejabat Minut, Iptu Fandy Bau Jabat Kasat Narkoba

Dikatakannya, Pemkot Manado telah membangun suatu wadah yang namanya ‘Rumah Besar Kita Bersama’, yang di dalamnya terdapat perbedaan suku, budaya, agama, golongan dan berbagai macam keanekaragaman lainnya. “Kerukunan mutlak dan prioritas dipertahankan di Kota Manado. Karenanya, beragam kegiatan keagamaan, adat dan budaya di kota kita ini harus disukseskan, termasuk Cap Go Meh ini,” pungkas Lumentut. (fer/art)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved