Berita KPK

ICW Sebut KPK Lemah Dalam Menangani Kasus Korupsi Seperti Harun Masiku, Ali: ICW Terburu-buru

Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut KPK lemah dalam menangani kasus dugaan korupsi seperti kasus Harun Masiku.

KPK
KPK 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut KPK lemah dalam menangani kasus dugaan korupsi seperti kasus Harun Masiku.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menanggapi kritik ICW tersebut.

Menurut Ali, penilaian ICW itu terburu-buru karena pimpinan KPK peridoe 2019-2024 baru bekerja selama kurang-lebih dua bulan sejak dilantik pada 20 Desember 2019 lalu.

"Itu hak dari siapa pun yang bisa berpendapat, tapi tentunya kita harus memahami juga saat ini kan kerja KPK khususnya pimpinan yang baru ini hampir bulan kedua," kata Ali di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (7/2/2020).

Ali menegaskan, KPK tetap bekerja meskipun kaburnya Harun Masiku masih menjadi tunggakan yang mesti dituntaskan oleh KPK.

Ali menyebut, kerja KPK itu dibuktikan lewat penetapan 10 tersangka kasus dugaan korupsi jalan di Bengkalis dan penetapan 14 anggota DPRD Sumatera Utara sebagai tersangka kasus suap.

Oleh karena itu, Ali menilai, kritik yang dilontarkan ICW subyektif. 

"Artinya bahwa keseriusan untuk menuntaskan kasus-kasus yang sudah berjalan itu ada, bahwa dinilai kemudian kesusahan kepayahan dan sebagainya, itu subjektivitas dari yang berpendapat saya kira," ujar Ali.

Peneliti Indonesia Corruption Watch menilai, dugaan pelemahan KPK terbukti menyusul munculnya kasus dugaan suap terkait pergantian antarwaktu caleg PDI Perjuangan Harun Masiku.

Peneliti ICW Tama S Langkun menyebut KPK terkesan tidak menggigit dalam menangani kasus Harun, berbeda dengan KPK yang tetap garang ketika menangani kasus para kader Partai Demokrat pada masa Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

"Cerita KPK melawan rezim yang korup, pelaku korupsi yang berdasarkan dari penguasa, bukan sekali dua kali."

"Zaman Pak SBY ada partai Demokrat yang diproses toh enggak ada masalah, meskipun ada riak."

"Kenapa sekarang begitu sulit?" kata Tama usai diskusi di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Jumat sore.

Ekonom Unsrat: Pariwisata Sulut Merugi Sedikitnya Rp 30 Miliar Akibat Virus Corona

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jawab Kritik ICW soal Pelemahan, KPK: Pimpinan Baru Kerja Dua Bulan".

Editor: Rizali Posumah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved