Virus Corona

Ekonom Unsrat: Pariwisata Sulut Merugi Sedikitnya Rp 30 Miliar Akibat Virus Corona

Wabah virus Corona yang menyerang Tiongkok dan telah menyebar di beberapa negara Asia serta Australia berdampak besar bagi sektor pariwisata Sulut

Ekonom Unsrat: Pariwisata Sulut Merugi Sedikitnya Rp 30 Miliar Akibat Virus Corona
Istimewa
Pengamat Ekonomi Dr F Gerdi Worang 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Wabah virus Corona yang menyerang Tiongkok dan telah menyebar di beberapa negara Asia serta Australia berdampak besar bagi sektor pariwisata Sulut.

Pasca dihentikannya penerbangan langsung dari 8 kota di Tiongkok, okupansi hotel di Manado anjlok. Dampak ikutan lainnya, permintaan dan konsumsi baik barang dan jasa ikut menurun

Pengamat Ekonomi dari Universitas Sam Ratulangi Manado, Dr Gerdy Worang mengatakan, kerugian akibat terhentinya gelombang turis asal Negeri Panda itu mencapai puluhan miliar rupiah.

Kalkulasi sederhananya, untuk konsumsi makan sehari-hari para wisman Tiongkok, Sulut kehilangan sedikitnya Rp 30 miliar.

Wawancara Khusus dengan Pendeta Lucky Rumopa, Bicara soal Peluang Maju di Pilwako Manado

Angka itu diperoleh dari rumusan, biaya makan siang dan malam seorang wisman Rp 100 ribu per hari. "Kalikan dengan rata-rata wisman yang datang 10 ribu per bulan. Tidak sedikit bukan?"  kata Worang, Jumat (07/02/2020).

Katanya, jumlah kerugian lebih dari itu karena hanya mengambil angka minimal untuk biaya makan yang dikeluarkan.

"Tidak mungkin biaya makan wisman cuma Rp 100 ribu per hari. Itu di luar dana untuk jajan dan suvenir. Bayangkan," kata dia.

Lucky Senduk: Pendamping Franky Wongkar Diumumkan 23 Maret 2020

Lebih dari itu, ia bilang, sektor yang terdampak begitu besar. Dampak ikutan yang bertalian dengan konsumsi itu beragam.

"Yang kena itu hotel, rumah makan, supplier bahan kebutuhan, pemasok beras dan ikan misalnya. Bahkan hingga ke petani, itu semua mata rantainya," jelas dia.

Dia bilang, di samping menunggu kondisi internal di Tiongkok pulih, Pemda di Sulut perlu melakukan terobosan bagaimana membuat pariwisata kembali bergairah.

"Perlu segera membuka channel penerbangan baru ke negara selain Tiongkok. Memang butuh proses. Sebelumnya kan sudah ada penjajakan dengan Jepang, Malaysia dan Korsel," jelas pengajar di Fakultas Ekonomi Bisnis ini. (ndo)

Ini Figur Kuat Bakal Diusung PDIP di Pilkada Manado 2020: ROR Masih Prioritas, Sualang Kuda Hitam

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved