Berita Manado

Bendahara DPRD Manado Diperiksa Kejari Manado, Ini Penjelasan Kajari Manado

Kejari Manado menyeriusi penanganan kasus dugaan korupsi Dana Tunjangan Perumahan dan Transportasi Pimpinan dan Anggota DPRD Manado, periode 2014-2019

Bendahara DPRD Manado Diperiksa Kejari Manado, Ini Penjelasan Kajari Manado
Tribun Manado / Fernando Lumowa
Kepala Kejaksaan Negeri Manado Maryono SH MH 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Setelah berstatus penyidikan, Kejari Manado menyeriusi penanganan kasus dugaan korupsi Dana Tunjangan Perumahan dan Transportasi Pimpinan dan Anggota DPRD Manado, periode 2014-2019.

Pada Kamis (6/2/2020), pihak penyidik melakukan pemeriksaan terhadap pejabat pengelola keuangan sekretariat dewan, yakni Bendahara DPRD Manado.

Pemeriksaan itu dilakukan langsung di Kantor Kejari Manado, Jalan Kembang, Kelurahan Sario Utara, Kecamatan Sario.

Sebelumnya belasan saksi telah dimintai keterangan saat penyelidikan dimulai pada November 2019.

Perkara Menonjol di Kajari Bitung Selama 2019, Ada Hasil Uang Rampasan Korupsi

Kepada Tribun Manado, Jumat (7/2/2020), Kajari Manado Maryono SH MH melalui Kasi Intelijen Theo Rumampuk didampingi Kasi Pidana Khusus Parsaoran Simorangkir mengatakan, pendalaman kasus intensif dilakukan guna mengungkap jelas dugaan kasus itu.

Simorangkir menegaskan, penyidik akan terus memeriksa semua oknum yang berkompeten sehingga dugaan kasus ini terungkap secara terang benderang.

“Sudah beberapa saksi kami periksa, sekarang pengelola keuangan DPRD Manado," ungkap Simorangkir.

Soal pengembalian dana dari anggota dewan yang terlanjur menerima, sejauh ini penyidik masih menunggu itikad para legislator untuk segera mengembalikan ke kas negara.

Penyebab Organisasi Kesehatan Dunia WHO Sorot Indonesia, Tidak Ada Kasus Virus Corona di Tanah Air

“Kami kasih waktu," ujar Simorangkir.

Diketahui, Kejaksaan Negeri Manado resmi meningkatkan kasus dugaan ini ke status penyidikan.

Peningkatan status dilakukan karena hasil penyelidikan yang dimulai sejak November 2019 lalu, penyidik menemukan indikasi pelanggaran korupsi pada dana tersebut yang diduga kuat merugikan negara sekitar Rp 6 miliar.

Dalam proses penyelidikan ditemukan dua alat bukti sehingga tim penyidik berkeyakinan untuk meningkatkan kasus itu ke tahap selanjutnya yakni penyidikan.(fer)

Jokowi Tegaskan Tolak WNI eks ISIS Pulang, Politisi PKS Mati-matian Bela, Ini Alasannya

Umat Tridharma Puasa Cia Cai Jelang Goan Siau, Kabasaran Bakal ‘Kawal’ Delapan Tangsin

Penulis: Ferdinand_Ranti
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved