Perkara Menonjol di Kajari Bitung Selama 2019, Ada Hasil Uang Rampasan Korupsi

Jelang penghujung tahun 2019, Kejaksaan Negeri (Kajari) Bitung melansir sejumlah keberhasilan selama setahun.

Perkara Menonjol di Kajari Bitung Selama 2019, Ada Hasil Uang Rampasan Korupsi
christian wayongkere/tribun manado
objek perkara TP Korupsi yang di tangani Kajari Bitung dan foto kantor Kajari Bitung 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Jelang penghujung tahun 2019, Kejaksaan Negeri (Kajari) Bitung melansir sejumlah keberhasilan selama setahun.

Kepala Kejaksaan Negeri Bitung Ariana Juliastuty SH MH melalui Kasi Intelijen Budi Kristiarso SH MH, menyampaikan pihaknya berhasil dalam penungkapan dan penanganan kasus pidana khusus (pidsus), pidana umum (pidum), intelijen, perdata dan TUN.

Untuk perkara tindak Pidana (TP) Korupsi yang dilanjutkan hingga tahap penuntutan.

objek perkara TP Korupsi yang di tangani Kajari Bitung dan foto kantor Kajari Bitung
objek perkara TP Korupsi yang di tangani Kajari Bitung dan foto kantor Kajari Bitung (christian wayongkere/tribun manado)

Pertama dugaan tindak pidana korupsi pegawai negeri menerima hadiah padahal patut diduga hadiah tersebut diberikan sebagai akibat karena telah melakukan, atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatan yang bertentangan dengan kewajibannya atau secara melawan hukum di KSOP Bitung.

Dan penyaluran dana khusus biaya operasinal pendidikan (DAK-BOP Paud) kepada satuan Paud di Kota Bitung dinas Pendidikan Kota Bitung.

Kemudian perkara (TP) Korupsi yang dilanjutkan hingga tahap penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana tugas pembantuan Kementrian Kelautan dan Perikanan RI pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bitung tahun anggaran 2015.

Dan dugaan tindak pidana korupsi pekerjaan peningkatan tempat pembuangan akhir (TPA) Aertembaga Kota Bitung oleh pelaksana Dinas PU Provinsi Sulut bidang cipta karya.‎

"Untuk eksekusi perkara TP Korupsi di tahun 2019 kepada atas nama terdakwa EAS alias Erwan, dengan putusan pengadilan Tipikor nomor 34/Pid.Sus-TPK/2018/PN.Mdo tanggal 31 Januar 2019 dengan pidana badan 4 tahun dan denda Rp 200.000.00," kata Budi kepada Tribunmanado.co.id, Senin (30/12/2019).

Pada perkara Pidsus, Kajari Bitung melakukan penanganan cukai sebanyak 3 perkara, Korupsi 1 perkara dengan uang hasil rampasan dari tindak pindana korupsi sebesar Rp 100.304.000 juta dan USD 720.

"Jadi uang hasil rampasan tindak pidana (TP) korupsi disetorkan ke kas Negara pada 22 Februari 2019 lalu. Kemudian penyetoran uang denda TP korupsi sebesar Rp 200 juta disetorkan pada 21 Mei 2019 dan penyetoran uang dengan TP Cukai Rp 558.306.480," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved