ODSK Bawa Investasi Rp 11,5 Triliun
Sulawesi Utara menjadi surga bagi investor. Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw (OD-SK) berhasil melampaui 300 persen
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Sulawesi Utara menjadi surga bagi investor. Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw (OD-SK) berhasil melampaui 300 persen target investasi tahun 2019 dari Rp 3,7 triliun, terealisasi Rp 11,5 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulut, Franky Manumpil mengatakan, target investasi sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Rp 3,7 triliun.
• Tetty-GSVL-VAP-Elly Berebut Restu Surya Paloh
"Target Rp 3,7 triliun sementata realisasi investasi mencapai Rp 11,5 triliun, atau realisasinya 308 persen," kata dia kepada tribunmanado.co.id, Rabu (5/2/2020).
Realiasasi investasi ini terdiri dari Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp 3,3 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDM) Rp 8,2 triliun. Manumpil mengatakan, PMA banyak bergerak di sektor listrik gas dan air, kemudian sektor makanan, mineral dan nonlogam. "Kalau listrik gas dan air itu presntasenya sampai 13 persen," ujar mantan Karo Ekonomi dan SDM ini.
PMDN banyak bergerak di bidang pertambangan. "48 persen investasi penanaman modal dalam negeri di sektor pertambangan," ujarnya. Selain itu, 14 persen investasi di sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran. Kemudian sektor konstruksi sebesar 10 persen.
Manumpil menjelaskan, ada beberapa faktor kunci pencapaian target ini. Pertama, solidnya pemprov dan pemkab atau pemkot hingga bisa melebihi target. "Ada transparansi pelayanan pemerintah dalam semua sektor. Punya rencana umum menanankan modal, pengusaha dapat kepastian dan payung hukum berusaha," kata dia.
Tak kalah penting, pemerintahan OD-SK mempermudah investasi di Sulut dan daerah yang kondusif dalam berinvestasi. OD-SK juga membangun jaringan kerja sama dengan pihak negara lain.
• Dinkes Sulut: Penanganan DBD Harus Disertai Kesadaran Masyarakat
Pengamat ekonomi, Gerdy Worang menilai pencapaian realisasi investasi hingga 308 persen dari target bisa dikatakan luar biasa. "Capaiannya 3 kali lipat, siapa sangka realiasinya seperti ini. Cek ke daerah lain, jarang bisa dicapai seperti ini," ujarnya.
Jadi bisa dikatakan, pemerintah tidak diam. Pencapaian ini bisa dilakukan jika ada sinergitas antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota. "Kuncinya Presiden Jokowi mengatakan, investasi itu lancar jika izin dipermudah, pangkas birokrasi, administrasi bisa menyusul," kata dia.
OD-SK menjiwai kemauan Jokowi dapat dukungan pula dari masyarakat. Kritik juga penting tapi harus kasih jalan keluar. Ke depan, Pemprov Sulut jangan berpuas diri, selain tetap mempermudah perizinan sesuai aturan, harus digali sektor investasi baru.
Apalagi investasi akan didukung Omnibus Law yang sementara digodok pemerintah demi mempermudah investasi. Pemerintah jangan terlalu kaku, karena dunia bisnis ini dinamis, banyak bermunculan satu dan lain hal yang baru. Kerap kali peraturan lama tidak relevan lagi, harus ada inovasi baru lagi. (ryo)
• Ada 18 Kasus DBD di Januari 2020, Pemerintah Usul Tanam Bunga Lavender
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/odsk-tetap-solid-ada-upaya-ceraikan-malah-mentok.jpg)