Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Virus Corona

2 Suster Cantik di Wuhan Berjuang Tangani Pasien, Sampai Menangis Rela Lakukan Hal Ini Pada Dirinya

Kisah Pengorbanan Perawat, Demi Hadapi Virus Corona untuk tangani pasien.

Editor: Frandi Piring
Foto: Youtube CGTN/NEW CHINA TV
2 Perawat Cantik di Wuhan Berjuang di Rumah Sakit, Sampai Menangis Rela gunting pendek rambutnya 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kisah pengorbanan para perawat demi hadapi Virus Corona untuk tangani pasien di rumah sakit di Kota Wuhan.  

Perjuangan berat dirasakan oleh para staf medis di Wuhan yang tanpa henti terus-terusan menangani pasien pengidap Virus Corona.  

Seorang suster salah satu rumah sakit di Wuhan, Xie Jingjing menceritakan perjuangannya menjadi suster di kota tempat dimulainya Virus Corona.

Suster Xie Jingjing menceritakan perjuangannya yang dikirim ke Wuhan untuk menangani pasien Virus Corona
Suster Xie Jingjing menceritakan perjuangannya yang dikirim ke Wuhan untuk menangani pasien Virus Corona (YouTube CGTN)

Dikutip TribunWow.com dari kanal YouTube CGTN, Rabu (29/1/2020), Jingjing mulanya menceritakan ia dan rekan-rekan suster lainnya harus memangkas pendek rambutnya sebelum berangkat ke Wuhan.

Jingjing menjelaskan ada beberapa alasan seorang suster wanita harus mau memotong pendek rambutnya sebelum berangkat ke Wuhan.

Alasan tersebut di antaranya adalah untuk mengurangi resiko terinfeksi Virus Corona

"Rambut panjang lebih meningkatkan resiko terinfeksi (Virus Corona)," kata Jingjing.

Jingjing bercerita bagaimana dirinya adalah orang pertama yang membantu rekannya memangkas pendek rambut mereka demi berjuang menangani pasien Virus Corona di Wuhan.

ILUSTRASI - Dalam sebuah penelitian terhadap 99 persen pasien yang dirawat di Wuhan, pria disebut lebih rentan daripada wanita terhadap virus corona.
ILUSTRASI - Dalam sebuah penelitian terhadap 99 persen pasien yang dirawat di Wuhan, pria disebut lebih rentan daripada wanita terhadap virus corona. (Xinhua/Xiong Qi)

Efektivitas juga jadi alasan Jingjing dan perawat lainnya memotong pendek rambut mereka.

Pakaian isolasi dapat lebih mudah digunakan ketika rambut yang dimiliki tidak panjang.

"Kami dapat mengenakan pakaian isolasi lebih mudah dan cepat," terangnya.

Suasana haru dirasakan ketika Jingjing membahas soal keluarganya.

Ia menitikkan air mata ketika menceritakan bagaimana dirinya dan suaminya yang juga menjadi staf medis di Wuhan tidak bertemu anak mereka selama lebih dari 10 hari.

Dikutip dari kanal YouTube New China TV, Selasa (28/1/2020), para suster yang akan dikirim ke Wuhan seluruhnya diharuskan memotong pendek rambut mereka.

Perjuangan suster Liu Wenjin sebelum dikirim ke Wuhan, Selasa (28/1/2020)
Perjuangan suster Liu Wenjin sebelum dikirim ke Wuhan, Selasa (28/1/2020) ((YouTube New China TV))

Mayoritas dari mereka masih berumur kisaran 20 tahun.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved