Virus Corona
Menyebarnya Virus Corona, dr Agung Sebut Tidak Semua Batuk dan Pilek Terserang Corona
Pihak RSUP Prof dr R D Kandou Manado melalui dr Agung Nugroho Sp PD (K) menyebut tidak semua indikasi batuk, pilek dan sesak itu terkena virus corona
Penulis: Dewangga Ardhiananta | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID - Terkait merebaknya virus corona di berbagai negara dalam beberapa hari belakangan membuat sebagian masyarakat resah.
Pihak RSUP Prof dr R D Kandou Manado melalui dr Agung Nugroho Sp PD (K) menyebut tidak semua indikasi batuk, pilek dan sesak itu terkena virus corona.
"Tidak semua yang batuk, pilek dan sesak itu disebabkan oleh corona virus, bisa saja banyak penyakit lain yang memberikan gejala yang sama," katanya, Kamis (30/01/2020).
Lanjut dia, mulai dari penyakit flu biasa sampai radang paru karena infeksi dengan bakteri semua bisa memberikan gejala yang mirip (virus corona).
• Wawali Cantik Ini Tak Takut Pegang Kelelawar di Pasar Ekstrem, Pastikan Bebas dari Virus Corona
"Jadi bukan hanya satu-satunya virus corona yang memberikan gejala tetapi banyak penyakit lain yang bisa memberikan gejala seperti itu maka dokterlah yang menentukan ini arahnya ke mana," jelasnya.
Ia mengimbau, jangan terlalu berlebihan memberikan praduga-praduga yang berlebihan seakan-akan semua orang batuk, sesak maupun panas pasti virus corona dari Cina.
"Banyak penyakit-penyakit yang sama seperti itu banyak sekali, dokterlah yang nanti akan menentukan apakah ini masuk kategori curiga virus Cina atau bukan," ucap dr Agung Nugroho.
• Polda Sulut Gagalkan Keberangkatan 6 Wanita, Diduga Akan Dijadikan Wanita Penghibur di Sorong
Selain itu, katanya diimbau untuk mengawasi makan makanan dari hewan yang aneh-aneh.
"Memang itu harus diawasi, tetapi memang sejauh ini pasar hewan tradisional itu (di Sulawesi Utara) sudah ada dari zaman nenek moyang dulu dan tidak pernah ada (penyakit)," ujarnya.
Ia juga tidak mengerti mengapa demikian dan ada banyak kekhawatiran bahwa pasar hewan itu akan bisa menjadi sumber dengan kuman-kuman baru.
"Perlu diawasi dalam arti, kita diberi pendidikan bahwa kalau ada pedagang di pasar atau pelanggan di pasar itu kemudian sakit, dan sakit itu agak tidak lazim lalu menyebarkan ke orang-orang di pasar itu, maka harus dilaporkan ke pihak-pihak kesehatan," jelas dr Agung. (Ang)
• Cerita Turis Kunjungi Pasar Ekstrem Tomohon, Mirip di Wuhan Tempat Asal Virus Corona: Ini Mengerikan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pasien-di-rsup-prof-kandou.jpg)