Berita Sulut
Turis Tiongkok di Manado Doakan Negaranya yang Sedang Dilanda Virus Corona
Aktivitas turisme dari Cina berlanjut di Manado di tengah - tengah kekhawatiran menularnya virus corona
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID - Aktivitas turisme dari Cina berlanjut di Manado di tengah - tengah kekhawatiran menularnya virus corona.
Amatan Tribun Selasa (27/1/2020), seorang turis Tiongkok sedang bersembahyang di Klenteng Ban Hin Kiong Manado.
Sambil memegang dupa, ia membungkukkan kepala ke arah arca Ma Co di bagian utama Klenteng tertua di Indonesia Timur tersebut.
Tampak benar turis wanita ini menghayati prosesi itu hingga ia berlama - lama di depan meja penyembahan.
• Ansye, Ibu di Manado Cemaskan Anaknya yang Kuliah di Tiongkok Tak Bisa Pulang
Teman-temannya yang lain hanya berfoto - foto.
Memotret bagian dalam klenteng yang eksotik itu atau selfie dengan latar bagian depan klenteng.
Di klenteng Kwan Kong yang berada tak jauh dari situ, sejumlah turis Tiongkok asyik mengamati diorama perjalanan hidup kwan kong yang tergurat di pagar klenteng.
Rombongan turis lainnya memotret pembersihan kio (usungan) yang akan dinaiki Tang Sin
dalam prosesi Goan Siau.
• Mark Zuckerberg Bakal Maju jadi Presiden AS, Donald Trump: Tidak akan Terlalu Menakutkan
Selain dua rombongan turis itu, ada sebuah rombongan lagi yang datang sewaktu Tribun berada di sana Selasa siang.
Sebelum masuk klenteng, mereka mendatangi para penjual durian di depan klenteng.
Hani salah satu warga pecinan Manado mengaku sedikit mengerti bahasa mandarin.
• Citilink Akan Terbang Kembali ke China, Ini Penjelasannya
Ia menyebut sejumlah turis mendoakan keadaan negaranya yang berduka akibat dilanda virus corona. "Mereka berdoa untuk negaranya," kata dia.
Dari cakap cakap dengan sejumlah turis, ketahuan mereka berasal dari wilayah yang jauh dari Wuhan. Diketahui Wuhan adalah tempat berasalnya virus itu dan kini sedang diisolasi.
"Mereka juga mengaku diperiksa dengan ketat," kata dia.
• Tim Resmob Polda Sulut Tangkap Tersangka Penikaman Siswi di Ratatotok
Ima salah satu warga yang setiap hari mengatur lalu lintas di tempat itu mengaku tak takut tertular virus.