Penolakan Turis China Trending di Twitter, Indonesia Langgar HAM
Virus corona dari Wuhan China berujung ke kunjungan turis asal negara tirai bambu itu di Indonesia. Masalah ini sempat mendapatkan tanggapan
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Tolak Turis China ke Indonesia Langgar HAM
Geger kasus virus Corona yang terjadi di China membuat khawatir masyarakat di belahan dunia lainnya. Pasalnya, virus tersebut belum ditemui obat khusus untuk menangkalnya dan hingga kini korban yang dikutip dari AFP, menjadi 56 orang dan dikabarkan yang sudah terjangkit virus mendekati 2.000 orang.
Karena banyaknya korban dan orang yang terjangkit, akun Twitter ramai membagikan tweet berisi tagar 'Tolak Sementara Turis China'. Penolakan tersebut menjadi trending topic di Twitter pada Minggu (26/1). Tagar #TolakSementaraTurisChina viral dikarenakan banyaknya turis yang datang ke Indonesia.
Netizen kemudian meminta Pemerintah Indonesia untuk mengisolasi Indonesia dari turis-turis asal China untuk mencegah wabah virus Corona. Netizen juga menyayangkan sikap Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang menerima 174 turis asal Kunming, China, di Bandara Internasional Minangkabau di Padang.
• Sandiaga Uno Setuju Dengan Jokowi Soal Pilpres 2024, Dia Tak Mau Terjebak
Ratusan turis tersebut disambut langsung oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Sekda Sumbar Alwis. Warganet juga protes kepada Pemprov Sulawesi Utara karena kedatangan tujuh turis di Manado yang terindikasi terjangkit virus corona. Namun, pihak Lion Air selaku maskapai telah membantah indikasi tersebut.
Beberapa membagikan beberapa bentuk pencegahan yang bisa dilakukan agar tidak terjangkit virus corona. Misalnya, gunakan masker, hingga sering cuci tangan. Beberapa warganet malah sekongkol untuk menjadikan tagar #TolakSementaraTurisChina masuk ke jajaran trending topic di dunia.
Diketahui sebelumnya, tujuh penumpang Lion Air JT 2742 dari Changsa, China menuju Manado pada Sabtu (25/1/2020) sempat dibawa ke Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara (Sulut) untuk pemeriksaan terkait virus corona. Corporate Communication Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihartono mengatakan, ketujuh penumpang tersebut dinyatakan negatif atau tak terjangkit virus corona.
"Setelah dilakukan pemeriksaan, pengecekan secara intensif oleh pihak terkait (tim medis beserta tim Kantor Kesehatan Pelabuhan/ KKP Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi) dinyatakan negatif atau tidak terindikasi (tidak memiliki tanda-tanda) virus dimaksud," kata Danang.
Danang mengatakan, layanan penerbangan tersebut telah dioperasikan sesuai standar prosedur. Pesawat Boeing 737-900ER registrasi PK-LJM berangkat sesuai jadwal pada 14.40 waktu setempat (Time in Changsha, Hunan) dan mendarat di Sam Ratulangi pukul 19.59 Waktu Indonesia Tengah (WITA, GMT+ 08). Dalam penerbangan ini, Lion Air membawa tujuh kru dan 176 tamu atau penumpang.
"Penerbangan JT-2742 sudah dipersiapkan dengan baik, sebelum keberangkatan seluruh kru dan tamu menjalani pemeriksaan kesehatan berdasarkan ketentuan," ujarnya.
Dia memaparkan, ketika pesawat berada pada pelataran parkir bandar udara (apron) untuk menurunkan penumpang, petugas kesehatan terlebih dahulu masuk ke dalam kabin pesawat guna melakukan pemeriksaan kepada seluruh tamu dan awak pesawat. Menurutnya, hal tersebut sebagai upaya memastikan keselamatan, keamanan dan kenyamanan perjalanan udara kepada awak pesawat dan tamu atau penumpang, terutama tindakan antisipasi sesuai pemberitahuan larangan perjalanan dari otoritas Wuhan mengenai dampak wabah virus corona.
Antisipasi dilakukan mengacu pada surat edaran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia No. SR.01.0111/5888/2019 "Pemberitahuan Kewaspadaan Penyakit Polio" pada 30 Desember 2019 dan No PM.04.021111143/2020 "Kesiapsiagaan dan Antisipasi Penyebaran Penyakit Pneumonia Berat yang belum diketahui etiologinya" pada 3 Januari 2020.
"Dalam langkah preventif pencegahan dimaksud, Lion Air telah menjalankan operasional dengan melakukan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman (disinfectant spray) sesuai prosedur yang berlaku serta menyediakan dan menggunakan masker, sarung tangan (hand gloves) dan cairan/ gel pembersih tangan (hand sanitizer) guna antisipasi tertular pada awak pesawat dan petugas layanan darat," terangnya.
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan TB Hasanuddin menyerukan agar pemerintah untuk sementara menutup masuknya warga negara asing asal China. Hal ini dilakukan agar penyebaran virus corona tidak masuk ke Indonesia.
"Demi keselamatan warga, sebaiknya pemerintah untuk sementara menutup masuknya warga negara asing asal China, sampai situasi memungkinkan," kata Hasanuddin.