Kalahkan Bom Nuklir: Virus Corona Bisa Tewaskan 65 Juta Orang dalam 18 Bulan
Cepatnya persebaran virus corona baru (2019-nCoV) dari Wuhan di awal tahun ini rupanya telah diprediksi seorang ilmuwan.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
The Coalition for Epidemic Preparedness and Innovations (CEPI) bekerja sama dengan farmasi Inovio di Amerika Serikat dan perusahaan bioteknologi Moderna. Richard Hatchett, selaku CEO CEPI dalam sebuah pernyataan mengatakan,"Mengingat penyebaran global yang cepat dari virus nCoV-2019, dunia perlu bertindak cepat dan bersatu untuk mengatasi penyakit ini."
Meskipun tidak ada jaminan kesuksesan, tetapi tim ini berharap temuannya dapat memberikan langkah maju yang signifikan dan penting untuk mengambangkan vaksin penyakit ini.
CEPI bersama dengan University of Queensland akan melibatkan penggunaan teknologi penjepit molekuler untuk mengembangkan vaksin melawan patogen yang dikenal seperti virus corona Respiratory Syndrome Middle East.
Anthony Fauci, direktur dari US National Institute of Allergy and Infectious Disease memberikan pernyataan kepada publik tentang industri biocentury bahwa uji klinis pertama untuk vaksin akan dimulai segera pada April 2020 mendatang.
Dikutip dalam Reuters, hanya dalam waktu tiga bulan, mereka kemungkinan akan menguji sejumlah vaksin eksperimental yang potensial terhadap corona virus seperti SARS baru yang menyebar di Cina dan sekitarnya. "Waktu tiga bulan mulai dari mengurutkan gen hingga tes awal pada manusia akan menjadi yang tercepat bagi NIH (National Institutes of Health) untuk meluncurkan vaksin," kata Fauci.
Wabah corona virus mulai terjadi di Wuhan, Cina pada Desember. Sudah menewaskan puluhan orang. Gejala virus corona meliputi flu, batuk, nyeri otot, demam hingga sesak nafas. (Tribun/kps)