Virus Corona

Video Dokter Marah-marah Akibat Menularnya Virus Corona, Geram Kepada Pimpinan RS: Kami Perlu Hidup

Mereka bahkan akan dihukum jika mereka terlambat karena giliran kerja mereka juga.

Video Dokter Marah-marah Akibat Menularnya Virus Corona, Geram Kepada Pimpinan RS: Kami Perlu Hidup
YouTube/CinarTV
Video Dokter marah-marah karena banyak korban virus corona dan tidak bisa rayakan imlek. Pimpinan Rumah Sakit jadi bulan-bulanan sang dokter. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bahaya virus corona di China sudah memakan banyak korban jiwa hingga saat ini.

Virus corona yang disebut berasal dari Wuhan, China terus menyebar, hingga menjatuhkan korban jiwa.

Bahkan tampak banyak pasien memenuhi rumah sakit, bahkan ada beberapa mayat yang tergelat begitu saja di lantai rumah sakut.

Dilansir dari theguardian.com, via World Of Buzz, media sosial pun dibanjiri dengan unggahan-unggahan yang menunjukkan para pekerja kelelahan berjuang untuk mengatasinya.

Satu foto yang beredar menunjukkan sebuah tanda di pintu masuk kaca rumah sakit di Wuhan yang berbunyi 'Staf medis terinfeksi. Semua janji dibatalkan!'.

Sementara itu, pada unggahan lainnya, diceritakan bahwa sejumlah dokter dan perawat bekerja tanpa makanan atau istirahat yang cukup.

Ada pula unggahan yang menunjukkan upaya lokal dari 4.000 pengemudi sukarela yang telah membantu mendistribusikan pasokan di sekitar kota ke rumah sakit dan untuk tenaga medis.

1 Dokter Meninggal Terinfeksi Virus Corona

Diberitakan Tribunnews.com sebelumya total 15 personel medis menderita pneumonia, dan 1 dari mereka meninggal.

Seorang dokter di Hubei Xinhua Hospital, Liang Wudong, dikabarkan meninggal dunia akibat terjangkit virus corona pada Sabtu (25/1/2020) waktu setempat.

Mengidentifikasi Tanda-tanda Penyakit Jantung Sejak Dini
Mengidentifikasi Tanda-tanda Penyakit Jantung Sejak Dini (Foto: KCM/STEVANOVICIGOR/via http://news.rakyatku.com/)
Halaman
123
Editor: Frandi Piring
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved