Antisipasi Virus Corona Menyebar, China Kerahkan 1.230 Dokter dan Perawat ke Hubei

Setelah berencana membangun rumah sakit dalam jangka waktu 6 hari, kini China dilaporkan mengirim 1.230 dokter

Antisipasi Virus Corona Menyebar, China Kerahkan 1.230 Dokter dan Perawat ke Hubei
Hollywoodreporter.com
Sejumlah petugas melakukan pemeriksaan ketat di sejumlah wilayah di China. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Gebrakan Negara China untuk menangkal penyebaran virus corona terus dilakukan.

Setelah berencana membangun rumah sakit dalam jangka waktu 6 hari, kini  China dilaporkan mengirim 1.230 dokter dan perawat dari seantero negeri.

Otoritas negara maupun perusahaan swasta bahu membahu memerangi patogen yang berawal dari Wuhan, kota di Provinsi Hubei, sejak akhir 2019.

Rumah sakit seantero Wuhan begitu sesak dengan banjir pasien yang terinfeksi virus corona, demikian dilaporkan SCMP Sabtu (25/1/2020).

Dokter pun dilaporkan mulai frustrasi karena mereka tidak mendapat dukungan seperti yang diharapkan, baik dari personel maupun persediaan medis.

ILUSTRASI Staf kesehatan membawa seorang pasien ke dalam rumah sakit Jinyintan - Hingga Jumat (24/1/2020) siang waktu setempat, 26 orang di China meninggal akibat virus corona.
ILUSTRASI Staf kesehatan membawa seorang pasien ke dalam rumah sakit Jinyintan - Hingga Jumat (24/1/2020) siang waktu setempat, 26 orang di China meninggal akibat virus corona. (EPA via AlJazeera)

Wongkar Lakukan Aksi Kurang Ajar Didepan 5 Siswa, Mengaku Demi Puaskan Hasratnya

Namun, Komisi Nasional China (NHC) merespons dengan menyatakan, mereka mengirim enam tim medis, total berisi 1.230 dokter dan perawat, ke Hubei.

Tiga tim yang berasal dari Shanghai, Guangdong, maupun pasukan bersenjata sudah sampai di Hubei. Meski, tak dijelaskan apakah mereka bagian dari enam tim yang disiapkan.

Salah satu yang diberangkatkan adalah Chen Dechang, tim medis dari Rumah Sakit Ruijin Shanghai. Dia menuturkan penting adanya tambahan personel di lapangan.

"Kami bisa membantu menangani lebih banyak pasien yang berada dalam keadaan darurat jika berada di garis depan," papar Chen.

Otoritas Shanghai juga mengirim 81 unit alat penyokong kehidupan ECMO (extracorporeal membrane oxygenation) ke Rumah Sakit Jinyintan, salah satu fasilitas di Wuhan.

Halaman
123
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved