Kasus Suap KPU
Soal Keberadaan Harun Masiku, Kemenkumham: Tolak Tuduhan Rekayasa Hingga Bentuk Tim
Terkait keberadaan Harun Masiku, Kemenkumham menolak bahwa pihaknya telah merekayasa keberadaan Harun Masiku.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menolak tanggapan bahwa pihaknya menutupi informasi keberadaan Harun Masiku.
Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kemenkumham Ronny Sompie mengatakan pihaknya telah menyampaikan informasi yang benar dan tidak merekayasa lalu lintas penerbangan yang menunjukkan bahwa Harun sudah di Indonesia sejak Selasa (7/1/2020).
"Kemenkumham tidak bersikap resisten. Kami justru terbuka kepada media, kepada siapa pun yang ingin memberikan koreksi, tapi kami juga tidak melakukan kebohongan, tidak merekayasa data," kata Ronny di Gedung Kemenkumham, Jakarta Selatan, Jumat (24/1/2020).
Ronny pun membantah anggapan yang menyebut Menkumham Yasonna Laoly menyampaikan informasi keliru soal keberadaan Harun.
Pada 16 Januari 2020, Yasonna mengatakan bahwa Harun Masiku belum berada di Indonesia.
Sementara Ditjen Imigrasi pada 22 Januari 2020 menyebut Harun sudah kembali ke Indonesia sejak 7 Januari 2020.
Menurut Ronny, penjelasan yang disampaikan Yasonna itu didapat dari data Ditjen Imigrasi per 13 Januari 2020.
Ronny menjelaskan, saat itu Ditjen Imigrasi baru mencatat bahwa Harun terbang ke Singapura pada Senin (6/1/2020).
Kedatangan Harun pada Selasa (7/1/2020), kata Ronny, tak tercatat diduga karena perubahan sistem di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta.
Ronny menuturkan, pihaknya langsung bergerak memastikan keberadaan Harun setelah Koran Tempo memberitakan bahwa Harun sudah tiba di Indonesia pada Selasa (7/1/2020).
Setelah menelusuri rekaman CCTV bandara, Imigrasi akhirnya bisa memastikan bahwa Harun Masiku memang telah kembali ke Indonesia pada 7 Januari 2020 pukul 17.34 WIB, menggunakan pesawat Batik Air.
"Data yang beliau (Yasonna) berikan itu adalah data dari hasil kajian Ditjen Imigrasi tanpa rekayasa juga tanpa arahan Menkumham untuk merekayasa data tersebut. Itu betul-betul data faktual yang telah diberikan," tegas Ronny.
Merasa Heran
Ronny heran jika ada pihak yang mempersoalkan data lalu lintas penerbangan yang merekam informasi pergerakan Harun.
Menurut Ronny Sompie yang seharusnya menjadi fokus utama adalah bagaimana supaya Harun Masiku ditemukan.