Prabowo Incar 48 Jet Tempur Rafale: Prancis Janjikan Alih Teknologi
Indonesia berniat membeli 48 jet tempur Rafale, 4 kapal selam Scorpene dan kapal perang korvet GoWind buatan Prancis.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Indonesia berniat membeli 48 jet tempur Rafale, 4 kapal selam Scorpene dan kapal perang korvet GoWind buatan Prancis. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan, Prancis yang merupakan mitra strategis Indonesia memiliki industri pertahanan yang maju.
• Korban Meninggal 26 Orang, Singapura, Thailand, dan Korsel Positif Terjangkit Virus Corona
Ia menganggap Prancis dapat menjadi mitra strategis dalam membantu Indonesia memperkuat alutsista TNI dan memajukan pengembangan industri pertahanan nasional.
"Prancis dapat menjadi mitra strategis dalam membantu Indonesia memperkuat alutsista TNI serta mengakselerasi pengembangan industri pertahanan nasional. Langkah ini akan mendukung upaya menjadikan industri pertahanan nasional sebagai bagian dari global production chain," kata Prabowo saat itu. Kendati begitu, Prabowo sampai saat ini juga tidak menegaskan apakah memang akan membeli sejumlah alutsista tersebut.
Duta Besar Prancis di Jakarta, Olivier Chambard, menyambut baik rencana Indonesia untuk membeli puluhan alat utama sistem pertahanan (alutsista) itu. Menurut Chambard, hal lumrah bagi Indonesia untuk mengembangkan kapasitas militer dan pertahanan.
Rencana itu terungkap tak lama setelah kunjungan Menhan Prabowo ke Paris pada 11-13 Januari. "Indonesia tertarik untuk mengembangkan kapasitas militer dan itu adalah hal natural bagi Jenderal Prabowo bertemu dengan mitra-mitranya di luar negeri termasuk Prancis untuk melihat peluang kerja sama bahkan alutsista seperti apa yang cocok," kata Chambard di kedutaan besar Prancis, Rabu (22/1/2020).
• Walkman Bakal Diproduksi Lagi, Harganya Sekitar Rp 1 Juta, Tertarik?
Media lokal Prancis, La Tribune yang pertama kali mengungkap rencana Indonesia tersebut. Koran itu bahkan menuturkan lawatan Prabowo ke Paris salah satunya untuk finalisasi pembelian puluhan alutsista tersebut meski pada akhirnya belum ada kepastian apa-apa.
Chambard mengatakan, Prancis siap membantu Indonesia dalam mengembangkan kapasitas alutsista pertahanan. Kata dia, Prancis tak akan hanya menjual senjata ke Jakarta tapi juga saling bertukar teknologi.
Chambard menganggap selain memiliki sistem persenjataan yang canggih, suatu negara juga perlu memahami teknologi yang diterapkan alutsista yang mereka miliki.
"Banyak yang bisa kami tawarkan dan yang utama adalah mengenai transfer teknologi serta pembuatan senjata yang sebagian dilakukan di dalam negeri (Indonesia). Ini adalah pendekatan yang saya pikir diinginkan juga oleh pemerintah Indonesia dalam memperkuat kapasitas militernya," kata Chambard.
Meski demikian, Chambard menuturkan bahwa negosiasi antara Indonesia-Prancis terkait rencana itu baru penjajakan. Ia menegaskan bahwa pembicaraan pejabat tingkat tinggi antara kedua negara masih tahap awal.
• Bandara dan Pelabuhan Diperintahkan Aktifkan SOP Ancaman Penyakit demi Cegah Virus Corona
Dalam sepuluh tahun terakhir, Prancis telah menjual alutsista senilai 1,36 miliar Euro ke Indonesia. Dalam lawatan ke Paris kemarin, Chambard mengungkapkan bahwa Prabowo dan Menhan Prancis Florence Parly sepakat memperkuat kerja sama pertahanan di masa datang.
Kedua menteri, kata dia, bahkan mendiskusikan lebih lanjut perihal perjanjian kerja sama pertahanan antara kedua negara. Perjanjian itu ditargetkan ditandatangani tahun ini. (tribun/cnn/kps)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/jet-rafale_3.jpg)